Jumat, 05 Oktober 2012

 Waspadalah Terhadap Nabi-Nabi Palsu

Matius 7:15-20
Khotbah oleh Pastor Eric Chang
Kita akan lanjutkan pembahasan tentang ajaran Yesus di Matius 7:15-20
Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
Perikop yang sejajar dengan ini ada di Lukas 6:43-45.
Nabi-nabi palsu ada di tengah jemaat
Yesus berkata kepada para muridnya, "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu." Orang-orang itu akan masuk ke tengah jemaat dengan memakai bulu domba. Namun di balik jubah domba itu, jauh di dalam hati mereka, mereka itu ganas dan kejam. Mereka ganas, rakus dan serakah sama seperti serigala.
Dari luarnya para nabi palsu itu akan terlihat persis seperti domba. Jika Anda mengamati mereka di tengah kawanan domba, Anda tidak akan dapat membedakan mana domba dan mana serigala. Inilah hal yang menakutkan karena Anda tidak tahu bahwa di bawah jubah domba itu, mereka sebenarnya adalah serigala yang ganas. Seperti contoh klasik dari Yunani, mereka itu seperti kuda Troya yang berhasil menyusup ke dalam kota musuh. Dari luar, yang terlihat adalah sebuah patung kuda yang sangat besar dan tidak berbahaya. Penduduk kota menemukan kuda ini di luar pintu gerbang kota lalu membawanya masuk tanpa mengetahui bahwa di dalam patung itu bersembunyi pasukan musuh yang bersenjata lengkap. Demikianlah kota Troya akhirnya jatuh ke tangan musuh.
Yesus telah mengingatkan kita bahwa, "Tidak semua yang terlihat seperti domba adalah domba." Alkitab menggambarkan orang Kristen sebagai domba. Jadi, jika Yesus berkata bahwa mereka terlihat seperti domba, itu berarti bahwa mereka terlihat benar-benar seperti orang Kristen. Yang paling menyedihkan adalah bukan hanya orang non-Kristen, tetapi orang Kristen sekalipun tidak dapat membedakan mereka. Karena itu, ketika domba palsu ini mengeluarkan taring serigala mereka dan mulai memangsa domba-domba yang lain, maka orang non-Kristen akan berkata, "Lihat apa yang dilakukan oleh kalian orang-orang Kristen." Bagaimana Anda dapat berkata kepada mereka, "Yang ini bukan orang Kristen tapi serigala"? 
Dari peringatan Yesus ini, kita dapat melihat bahwa musuh yang berada di luar itu tidak seberapa berbahaya dibandingkan dengan musuh yang berada di dalam jemaat. Terhadap serigala yang berada di luar, si gembala bisa bersiaga dan melindungi kawanan dombanya. Namun, biasanya, serigala yang berada di tengah kumpulan domba baru ketahuan setelah terlambat. Pada saat ketahuan, mereka sudah menelan beberapa domba.
Siapakah orang-orang Kristen palsu dan juga nabi-nabi palsu itu? Bagaimana kita dapat mengenal mereka sebelum terlambat atau sebelum terjadi kerusakan yang terlalu parah? Dan jika kita berhasil menemukan mereka, apa yang dapat dilakukan? Setiap orang yang terlibat di dalam pekerjaan Allah di dalam waktu yang cukup lama, pasti akan tahu bahwa memang ada serigala di tengah gereja saat ini.
Jalan yang lebar vs jalan yang sempit
Namun, terlebih dahulu, kita perlu bertanya, "Apa hubungan antara firman ini dengan pembahasan tentang dua macam jalan yang kita bahas sebelum ini?"
Ada jalan yang sempit dan ada jalan yang lebar. Dan Yesus berkata, "Jika kamu ingin masuk ke dalam hidup, maka jalan yang menuju hidup itu adalah jalan yang sempit, akan tetapi, jalan yang menuju pada kebinasaan itu adalah jalan yang lebar." Jalan yang sempit itu adalah jalan menuju hidup yang kekal. Jalan yang sukar untuk dilalui. Karena itu Yesus memperingatkan kita bahwa untuk menjadi orang Kristen yang sejati bukanlah perkara yang mudah. Dia juga memperingatkan kita bahwa jika Anda menjalani kehidupan Kristen yang sangat mudah, itu menunjukkan bahwa Anda telah salah jalur. Anda tidak sedang melangkah di jalan menuju hidup yang kekal. Jalan yang lebar adalah jalan menuju kebinasaan, dan jalan menuju kebinasaan itu sangatlah nyaman.
Itulah sebabnya, jika Anda menjalani kehidupan sebagai orang Kristen di jalur yang sangat nyaman, waspadalah! Yesus telah memperingatkan kita bahwa, kemungkinan besar, kita sedang salah jalur. Jika Anda tidak menghadapi masalah yang harus digumuli di dalam kehidupan rohani Anda, jika Anda merasa bahwa segala sesuatunya itu mudah dan santai, waspadalah!
Menjadi seorang Kristen sama seperti menjadi seorang prajurit yang dikirim menuju peperangan rohani. Kita diutus oleh Allah untuk masuk ke medan di mana peperangan rohani yang sedang berlangsung. Kita secara aktif terlibat dalam peperangan ini. Menjadi seorang Kristen bukanlah jalan pelarian dari persoalan hidup. Menjadi orang Kristen berarti menghadapi secara langsung persoalan-persoalan tersebut, bertempur dan menang. Setiap orang yang berkata bahwa Injil itu semacam candu bagi masyarakat adalah orang yang tidak tahu apa isi Injil itu.
Namun sayangnya, Injil sering diberitakan dengan cara yang membuat orang-orang membayangkan bahwa menjadi seorang Kristen itu berarti memperoleh dukungan moral untuk melarikan diri dari persoalan hidup. Jadi, kita tidak dapat menyalahkan orang non-Kristen jika dia salah paham tentang isi Injil, atau ketika orang-orang Kristen itu sendiri ternyata tidak mengerti juga. Seorang Kristen yang sejati adalah orang yang tidak takut menghadapi persoalan. Dia bukan orang yang mundur di saat keadaan menjadi berat. Dia adalah jenis orang yang mampu berkata seperti Paulus, "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." [Flp 4:13]. Orang Kristen sejati tidak pernah dikalahkan karena dia adalah prajurit sejati. Itu sebabnya dia tidak takut melewati jalan yang sempit dan mendaki menuju ke kota Allah. Dia tahu bahwa kuasa Allah atau kasih karunia Allah, tersedia baginya. Dan dia tahu bahwa Allah adalah Allah yang hidup.
Jadi, orang Kristen yang sejati adalah orang yang tak terkalahkan. Dia tidak akan dapat ditaklukkan. Itu sebabnya Paulus berkata bahwa dia dapat dijatuhkan, akan tetapi dia tidak dapat dikalahkan. Anda bisa menjatuhkan dia, akan tetapi itu belum merupakan akhir dari pertarungan. Dia masih akan bangkit. Dia dijatuhkan, akan tetapi dia tidak dikalahkan. Dan setelah dia dijatuhkan, dia akan bangun untuk memenangkan ronde terakhir.
Namun kebanyakan orang tidak mau menempuh jalan yang sukar ini. Mereka gentar menghadapi tantangan dan kesukaran-kesukaran di dalam kehidupan Kristen. Mereka ingin datang ke gereja untuk mendengarkan kata-kata yang melegakan. Mereka datang untuk ditepuk pundaknya. Itulah sebabnya Yesus melanjutkan dengan berkata di dalam Matius 7:14, "Karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."
Dengan kata lain, orang-orang Kristen yang sejati akan menjadi minoritas dan yang lainnya itu akan menjadi mayoritas. Mungkin Anda akan berkata, "Wah, kalau begitu kita berada di pihak yang merugi. Kita akan menjadi minoritas jika menjadi orang Kristen yang sejati." Ketahuilah bahwa di dalam sejarah, prestasi besar selalu diraih oleh minoritas. Penemuan-penemuan yang besar selalu dilakukan oleh sedikit orang saja, bahkan oleh perorangan. Amatilah setiap situasi, dan Anda akan tahu bahwa kaum minoritaslah yang selalu memimpin dunia. Anda hanya perlu melihat pada sejarah untuk memahami hal ini.
Kaum minoritaslah yang menentukan arah sejarah
Bagi mereka yang berasal dari China tentunya tahu persis sejarah modern di sana. Dari seluruh bangsa China, hanya ada sekitar 2 juta anggota partai komunis. Dua juta orang inilah yang membawa China, dengan penduduk 800 juta orang, di bawah kendali mereka. Mereka yang 2 juta itulah yang memerintah mayoritas. Silakan Anda hitung persentase 2 juta dari 800 juta orang, berapa angka persen yang Anda dapatkan? Kurang dari 1 persen orang yang mengendalikan segenap negeri. Dan yang 2 juta orang itu dikendalikan oleh beberapa orang saja. Jadi, pada akhirnya yang ada adalah sekumpulan kecil orang yang mengendalikan segenap negeri, menentukan nasib dan masa depan dari segenap bangsa China buat jangka waktu yang agak lama. Akan tetapi memang demikianlah kenyataan di sepanjang sejarah.  Dan tentunya dari sejarah kita menyadari bahwa seluruh gerakan ini pada dasarnya hanya bergantung pada satu pribadi yaitu Ketua Mao.
Hal yang sama ditemukan juga di kekaisaran Roma, kerajaan yang paling berkuasa di zaman itu. Tetapi bagaimana cara mereka menangani orang-orang Kristen? Dengan memasukkan orang Kristen ke penjara. Menjadikan mereka makanan bagi singa-singa. Orang-orang Kristen, pada awalnya, adalah kemompok minoritas yang sangat kecil. Namun jemaat kemudian semakin bertumbuh. Di dalam kurun waktu 200 tahun, suatu masa yang singkat dalam sejarah dunia, kerajaan Roma yang perkasa akhirnya berlutut di hadapan gereja. Kekaisaran yang tidak terkalahkan oleh bangsa-bangsa lain itu, menyerah kepada gereja. Tepat seperti yang dikatakan oleh Yesus, "Dan alam maut tidak akan menguasainya." [Mat 16:18].
Hal yang sangat menyolok adalah bahwa gereja dapat memenangkan setiap peperangan tanpa harus menghunus pedang dan bahkan dapat menaklukkan bangsa-bangsa yang kuat secara militer, seperti Roma yang merupakan pasukan yang terkuat pada zaman itu. Jadi, sekalipun mereka yang menemukan jalan sempit itu sedikit saja jumlahnya, tetapi mereka yang sedikit jumlahnya itulah yang menentukan arah sejarah.
Itulah sebabnya Kitab Suci berkata, "Sebab bagi TUHAN[Yahweh] tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang." [1 Sam 14:6]. Dan kita akan diselamatkan cukup dengan jumlah yang sedikit itu.
Itulah sebabnya mengapa di dalam peperangan dahsyat melawan orang Midian, Allah berkata kepada Gideon, "Pasukanmu terlalu banyak! Kamu hanya perlu 300 orang untuk berangkat menghadapi ratusan ribu pasukan musuh itu." [Hakim-hakim pasal 7]. Dan ketiga ratus orang itu bahkan tidak perlu menghunus pedang mereka. Ini adalah sejarah militer yang sangat unik. Jadi, janganlah khawatir! Banyak orang Kristen, saat mereka datang kepada Tuhan, menjadi khawatir, "Jumlah kita sangat sedikit." Jangan khawatir, Anda tinggal lihat nanti apa yang dapat Allah  kerjakan dengan jumlah orang yang sedikit itu. Sungguh luar biasa apa yang dapat Allah kerjakan. Melalui satu orang, Martin Luther, Dia mengubah sejarah Eropa. Melalui perubahan sejarah di Eropa, terjadi perubahan sejarah dunia. Semuanya ini hanya melalui satu manusia Allah! Luar biasa, bukankah demikian? Dan Martin Luther bahkan tidak pernah menghunus senjata!
Jadi, sekarang kita melihat adanya dua jalan di hadapan kita: jalan yang lebar dan yang sempit. Jalan yang mana yang akan Anda tempuh? Apakah Anda akan pergi bersama dengan orang banyak, atau mengikuti yang sedikit itu menuju hidup yang kekal? Mentalitas kita selalu mengikuti kerumunan orang banyak. Akan tetapi Yesus berkata, "Mari, ikutlah aku." Namun pesan semacam itu tidak akan disampaikan oleh nabi-nabi palsu. Di sinilah Anda dapat melihat hubungan antara kedua perikop itu.
Pesan yang akan disampaikan oleh nabi-nabi pasu adalah: "Mari kita masuk ke jalan yang lebar." Di sepanjang isi Kitab Suci, Anda akan melihat bahwa inilah ciri dari nabi palsu. Mereka adalah penganjur kesenangan dan merupakan penghibur bagi mayoritas orang. Mereka adalah orang-orang yang hanya membuai kesenangan dan perasaan Anda saja. Dengan kata lain, mereka tidak menyampaikan khotbah yang berpusat kepada Allah. Namun mereka akan menyampaikan khotbah yang sekadar menghibur telinga Anda saja. Mereka adalah jenis orang yang akan mengatakan betapa baiknya Anda, betapa hebatnya Anda.
Saya selalu khawatir pada pengkhotbah yang memulai dengan kata-kata, "Kalian umat yang hebat!" Mereka adalah nabi-nabi palsu. Semua orang senang mendengar ungkapan, "Aku hebat." Nabi-nabi palsu pandai menggelitik telinga Anda. Mereka membuai Anda. Inilah ciri nabi-nabi palsu di dalam Perjanjian Lama. Secara khusus saya akan mengutipkan 1 Raja-raja pasal 22, yaitu tentang nabi Mikha, sebagai contoh tentang nabi yang sejati dan nabi yang palsu.
Ujian bagi nabi sejati
Mari kita baca di 1 Raja-raja pasal 22. Catatan tentang hal ini mencakup seluruh pasal tersebut. Kita akan masuk ke bagian yang khusus ini, yang dicatat sampai dua kali di Perjanjian Lama. Catatan yang kedua dapat dibaca di 2 Tawarikh pasal 18. Ini menunjukkan pentingnya peringatan tentang siapa itu nabi palsu dan nabi yang sejati. Di sepanjang sejarah, masyarakat sangat menghargai para nabi. Namun sayangnya, nabi-nabi yang belakangan ketahuan palsu ini memanfaatkan penghormatan yang diberikan oleh masyarakat kepada mereka. Hal apakah yang dapat kita lihat di dalam catatan di pasal 22 ini?
Terdapat dua raja, yaitu raja dari kerajaan utara dan selatan, atau raja Israel dan raja Yehuda. Raja selatan bernama Yosafat. Yosafat adalah orang yang baik, namun bukan orang yang cukup kuat. Raja utara adalah orang yang jahat dan bernama Ahab. Ahab ingin memerangi orang Aram. Mereka lalu sepakat untuk maju berperang, lalu Yosafat, berniat untuk bertanya kepada para nabi. Demikianlah, sekumpulan besar nabi dipanggil untuk memberikan nasehat mereka.
Namun para nabi ini tahu apa yang ingin didengar oleh kedua raja itu. Mereka tahu bahwa kedua raja itu ingin maju berperang, jadi mereka menyampaikan hal-hal yang memang ingin didengarkan oleh kedua raja itu. Mereka berkata kepada raja, "Majulah dan kamu akan menang." "Majulah dan Allah akan menyertaimu." Dengan enteng mereka memanfaatkan nama Allah. Akan tetapi, entah mengapa, raja selatan tidak terkesan dengan ucapan nabi-nabi dari utara ini. Tampaknya dia bisa membedakan bahwa mereka itu hanyalah 'orang-orang yang mencari nafkah sebagai nabi [rice prophets]'. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti dorongan perutnya saja. Lalu ia berkata kepada raja utara, "Tidak adakah nabi lain lagi di kerajaanmu?" Raja utara berkata, "Ya ada, ada satu lagi nabi yang bernama Mikha, tetapi nabi yang ini selalu menyampaikan hal yang tidak ingin kudengarkan. Dia selalu mengecewakanku. Dia selalu saja menegurku. Aku tidak mau dengar nabi yang ini." Namun raja selatan itu berkata, "Bawalah dia kemari dan mari kita dengarkan apa yang akan dia sampaikan."
Lalu dikirimlah seorang utusan kepada nabi ini. Utusan itu, jelas sudah diperintahkan untuk berkata kepada sang nabi, "Nah, janganlah mengucapkan hal-hal yang menjengkelkan raja. Kau tahu bahwa dia ingin maju berperang." Mikha menjawab, "Aku akan mengatakan apa yang disampaikan oleh Allah." Ini adalah hal yang berbahaya karena ada juga nabi yang dipenggal kepalanya karena menyampaikan kebenaran!
Lalu, sampailah nabi Mikha di hadapan kedua raja itu. Ahab, raja utara, berkata, "Apa yang akan kau sampaikan? Haruskah kami maju berperang?" Mikha berkata, "Majulah! Pergilah berperang!" Sang raja, tentu saja, berkata, "Tidak! Aku mau mendengar hal yang sesungguhnya dari kamu. Aku mau dengar kebenarannya." Orang ini ingin mendengar kebenaran, akan tetapi tidak mau melakukannya. Sama seperti begitu banyak orang Kristen! Bahkan orang non-Kristen juga ingin mendengar kebenaran, asal mereka tidak harus menjalankannya.
Lalu berkatalah Mikha, "Jika kamu maju berperang, maka Israel akan kehilangan kepalanya," artinya, "kamu akan terbunuh." Ahab berkata, "Lalu mengapa sekian banyak nabi ini berkata bahwa Allah akan menyertaiku saat aku maju berperang nanti? Kamu hanya satu suara sedangkan mereka banyak. Yang mayoritas selalu benar."
Banyak orang yang berkata, "Bagaimana mungkin kamu berkata seperti itu? Aku belum pernah dengar ada orang lain yang berkata seperti itu. Mana mungkin semua orang itu salah dan hanya kamu yang benar?" Kita memiliki pemikiran bahwa suara mayoritas itu selalu benar, bukankah begitu? Tampaknya sang raja berkata, "Mereka itu juga nabi, bukankah begitu?" "Benar, mereka adalah nabi-nabi Allah." Mikha tidak menyangkal hal tersebut. Lalu, bagaimana Mikha membuktikan kebenaran kata-katanya? Dia tidak punya cara untuk membuktikan bahwa dia benar, kecuali setelah peristiwa itu terjadi.
Dari buahnya kamu akan mengenal mereka
Lalu dia berkata kepada raja, "Dari takhta-Nya, Allah berkata, 'Siapakah yang akan membujuk Ahab untuk maju berperang?'" Membujuk berarti membuat dia ingin maju berperang. "Lalu, tampillah roh dusta, roh penipu yang masuk ke dalam mulut para nabi palsu." Sampai dengan titik itu, orang-orang masih belum tahu bahwa mereka itu palsu. "Dan mereka akan berkata kepada Ahab, 'Majulah berperang dan kamu akan menang.' Dengan demikian, ia akan mendapatkan keberanian, [karena] mereka semua berkata seperti itu."
Lalu, salah satu dari para nabi itu tampil mendatangi Mikha dan menampar pipinya. Amatilah perilaku Mikha: dia tidak mengutuk; dia tidak memukul balik; dia tidak berkata apa-apa. "Dari buahnya" -  ini berarti kita harus memerhatikan perilaku mereka yang memberitakan Injil. Amati cara mereka berperilaku. Amati sikap mereka. Jika Ahab memiliki mata untuk melihat, dia seharusnya mempertanyakan orang yang maju menampar pipi Mikha ini, "Mungkinkah orang ini nabi Allah?" Jadi, kita tidak dibiarkan berada dalam keadaan tanpa bukti. Sebagaimana yang telah saya katakan, Mikha tidak membalas dengan cara apapun. Kita harus mengamati kehidupan dan perilaku mereka yang memberitakan Injil, untuk melihat adakah kebusukan yang muncul.
Lalu Mikha berkata kepada raja, "Jika kamu kembali hidup-hidup hari ini, maka aku bukanlah nabi Allah." Perhatikanlah: nabi yang sejati mempertaruhkan hidup dan nama baiknya pada kata-katanya. Hal yang sama kita temuakan di dalam diri Yesus, Dia tidak berkhotbah secara kabur. Ucapannya dapat Anda uji. Jika Yesus berbicara, ucapan yang disampaikan itu jelas, tepat dan dapat diuji. Kata-kata Mikha dapat dibuktikan. Dia berkata bahwa raja akan mati jika dia berangkat perang. Tentu saja, jika raja ternyata tidak mati, maka akan terbukti bahwa Mikha salah dan nyawanya berada di tangan sang raja.
Demikianlah, sang raja lalu berangkat berperang, namun dia memenjarakan dulu nabi Mikha. Dia telah salah memenjarakan orang. Yang seharusnya dia penjarakan adalah kumpulan nabi palsu itu, karena merekalah yang telah mengirim dia menjemput maut dengan berkata, "Majulah dan Allah akan menyertaimu." Padahal, kenyataannya, keberangkatannya itu berarti kebinasaannya.
Maka berangkatlah Ahab berperang. Dia mengira bahwa dia dapat mengakali Allah. Dia menyuruh raja Yosafat memakai kereta perang dan baju tempurnya, supaya pasukan musuh, saat melihat raja selatan ini, mengira, "Orang ini sangat mirip Ahab, raja utara itu." Ahab menempatkan raja selatan di dalam keadaan yang bahaya untuk melindungi dirinya sendiri. Hal ini menunjukkan seorang yang egois dan mementingkan diri sendiri. Ciri-ciri seorang yang buta secara rohani. Dia mengira bahwa dia dapat mengakali Allah, sehingga para pemanah musuh akan keliru menembak orang. Akan tetapi Anda tidak dapat menipu Allah, dan Anda juga tidak dapat membuat agar firman-Nya terbukti salah.
Lalu, apakah yang terjadi? Seperti yang diharapkan oleh Ahab, pemanah musuh memang mengira bahwa Yosafat adalah Ahab, lalu mereka mengarahkan semua tembakan mereka ke Yosafat yang malang. Ajaibnya, sekalipun semua panah diarahkan kepada Yosafat, tak satupun yang mengenai dia. Walau tak ada orang yang menembaki Ahab, ada anak panah yang mengenai dan membunuhnya. Tepat seperti yang dikatakan oleh nabi Allah, malam itu juga dia mati.
Jadi, dari keseluruhan gambaran ini, Anda dapat melihat perbedaan antara nabi palsu dengan nabi sejati. Nabi palsu adalah mereka yang selalu berkata, "Damai sejahtera, damai sejahtera," padahal tidak ada damai sejahtera. Ini berarti, nabi palsu selalu mengabarkan hal-hal yang membuai perasaan dan khotbah-khotbah yang membuat Anda selalu merasa nyaman, yang sama sekali berbeda dengan jenis khotbah yang saya sampaikan. Khtobah saya membuat orang merasa tidak enak. Pernah ada orang yang berkata kepada saya, "Khotbah Anda tadi membuat saya sangat tidak enak, jadi, sebaiknya lain kali Anda menyampaikan khotbah yang menyenangkan untuk mengimbangi yang tadi." Namun ini tidak berarti bahwa seseorang yang selalu menyampaikan hal-hal yang tidak enak itu adalah nabi sejati. Tetapi nabi sejati adalah orang yang tidak pernah menyampaikan kata-kata hiburan jika tidak diperintahkan, apa lagi jika situasi menuntut mereka untuk menyampaikan teguran. Gereja sekarang tidak membutuhkan kata-kata hiburan; yang dibutuhkan adalah kata-kata peringatan.
Cara-cara membedakan nabi palsu
Selanjutnya, perhatikan juga hal berikut yang diajarkan oleh Kitab Suci mengenai nabi-nabi palsu. Kata 'nabi palsu' dipakai sebanyak sebelas kali di dalam Perjanjian Baru. Jadi, dengan menempatkan semua ayat itu bersama-sama, kita memperoleh gambaran yang bagus tentang pekerjaan para nabi palsu. Mari kita lihat satu bagian bacaan di 2 Pet 2:1-3
Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.
Dari ayat-ayat yang sangat penting ini, kita belajar tiga hal tentang nabi-nabi palsu. Kita melihat bahwa ajaran mereka, pada intinya, menyangkal Sang Penguasa, menyangkal Kristus. Itulah poin yang pertama. Dan mereka memasukkan ajaran ini secara diam-diam. Apa artinya? Artinya adalah bahwa ajaran itu dimasukkan oleh mereka dengan cara yang sedemikian rupa sehingga sukar bagi Anda untuk memastikan bahwa ajaran tersebut menyangkal Kristus. Dengan kata lain, tidaklah mudah bagi Anda untuk mengetahui bahwa dia adalah seorang nabi palsu. Tepat seperti yang dikatakan oleh Yesus, "Mereka datang kepadamu dengan menyamar seperti domba." Mereka terlihat sama seperti orang Kristen yang lain. Perhatikan bahwa mereka adalah guru dan seorang nabi adalah seorang guru. Dan mereka menyampaikan doktrin semacam ini sedemikian rupa sehingga Anda akan mengira bahwa mereka menyampaikan kebenaran, padahal mereka sedang menyampaikan dusta.
Bagaimana cara mereka melakukan ini? Dengan banyak cara! Pertama-tama, dengan selalu mengutip Kitab Suci. Kitab Suci adalah 'bulu domba' yang menyembunyikan ajaran sesat mereka. Segera setelah Anda menyampaikan sesuatu dan mengutip referensi Alkitab, kebanyakan orang akan berpikir, "Ah! Ada referensi ayat yang mendukung ucapan itu. Baiklah. Tentunya ucapan itu benar." Jangan tergesa-gesa! Periksalah dengan teliti referensi yang diajukan untuk melihat apakah kutipan dari Kitab Suci ini memang benar-benar bermakna seperti yang dimaksudkan oleh orang tersebut.
Saya sering berurusan dengan orang-orang dari berbagai sekte dan Anda akan melihat bahwa mereka gemar mengutip ayat-ayat. Tentu saja, itu berarti bahwa jika Anda tidak menguasai Kitab Suci, maka Anda akan berada dalam kesulitan, karena Anda tidak tahu apakah ayat-ayat tersebut memang bermakna seperti yang dia maksudkan. Namun setidaknya, yang dapat Anda lakukan adalah untuk tidak mudah terpesona pada orang yang menenteng Alkitab dan mengutipkan berbagai ayat. Guru-guru palsu juga berkeliling dengan menenteng Alkitab di tangannya. Dan apabila Anda melihat tulisan 'Alkitab' di sampulnya, akan muncul semacam rasa lega di hati Anda, dan Anda berkata, "Ah! Ia pasti orang baik!" Setiap orang bisa saja membeli Alkitab dan membawa Alkitab tidak membuktikan apa-apa tentang seseorang. Dan kenyataan bahwa dia bisa mengutip beberapa ayat juga tidak membuktikan apa-apa. Tehnik mereka adalah berusaha membutakan Anda dengan pengetahuan.
Bagaimana mereka membutakan Anda dengan pengetahuan? Dengan mengutipkan banyak referensi Alkitab! Dia berkata, "Matius 7:16, Matius 8:16 ..." demikianlah seterusnya. Dan Anda akan berkata, "Aku tidak bisa mengimbanginya. Dia sangat memahami isi Alkitab." Sebenarnya, Anda akan mendapati bahwa kebanyakan guru palsu ini tidak pernah menghapal seluruh ayat Alkitab. Kebanyakan hanya itu-itu saja ayat yang mereka ketahui. Jika Anda ingin membuktikannya, ambillah pena dan kertas, dan Anda catat ayat-ayat yang mereka sampaikan. Saat ia memberikan Anda satu ayat referensi, katakanlah, "Mari kita cari referensi berikutnya." Jika dia menyebutkan ayat lain lagi, katakan, "Mari kita cari yang berikutnya lagi." Anda akan mendapati bahwa begitu dia mencapai referensi yang kesepuluh, dia sudah kehabisan bahan. Sebenarnya jika ia dapat memberi Anda sepuluh ayat, itu sudah cukup baik.
Saya mendapati hal ini berdasarkan pengalaman langsung. Saya pernah diajak untuk ikut serta dalam sebuah debat terbuka di Skotlandia. Saya tidak menyukai debat terbuka. Namun karena hal itu merupakan permintaan untuk mewakili orang-orang yang merasa kebingungan dan mereka ingin mendengarkan pandangan dari sisi yang lain [maka saya ikut serta dalam debat itu]. Lalu, orang ini mulai melontarkan berbagai ayat Alkitab. Saya meminta dia untuk terus mengajukan ayat-ayat rujukan berikutnya. Tidak butuh waktu lama bagi dia untuk segera kehabisan bahan referensi, dan selanjutnya adalah giliran saya untuk mengajukan ayat-ayat referensi. Kelihatannya dia tidak tahu kalau ayat-ayat tersebut memang ada di dalam Alkitab. Demikianlah, kita mendapati bahwa jika Anda berurusan dengan nabi-nabi dan guru-guru palsu, saya katakan sekali lagi, janganlah terpesona hanya karena dia memegang Alkitab dan karena dia mengutipkan banyak ayat dari Alkitab. Bahkan setan juga mengutip dari ayat Alkitab.
Suatu hal yang harus diperhatikan untuk tidak ditipu adalah pemakaian kata-kata. Mereka mungkin akan memakai kata-kata dan istilah-istilah yang sama dengan yang Anda gunakan, tetapi dengan makna yang berbeda. Hal ini lazim ditemui jika Anda berurusan dengan para teolog, terutama para teolog liberal. Para teolog liberal ini menggunakan istilah-istilah yang sama persis dengan yang kita gunakan, akan tetapi mereka mempunyai makna yang berbeda. Jadi, mereka bisa berbicara sama seperti Anda mengenai kebangkitan Kristus, akan tetapi ayat-ayat itu tidak mereka artikan bahwa Yesus hidup. Mereka tidak berkata bahwa Yesus adalah Juruselamat yang hidup secara jasmani. Mereka tidak bermaksud mengatakan bahwa Yesus, secara harfiah, telah bangkit secara jasmani dari antara orang mati. Yang mereka maksudkan saat mengkhotbahkan kebangkitan Kristus adalah bahwa ajaran Yesus diteruskan sampai ke gereja zaman sekarang, dan karena itu Yesus hidup di tengah jemaat sekarang ini. Itulah yang mereka maksudkan dengan arti kebangkitan Kristus.
Akan tetapi jika Anda tidak tahu akan hal itu, Anda akan berkata, "Oh! Dia berbicara tentang kebangkitan; itu sangat alkitabiah." Demikianlah, sekarang Anda dapat lihat betapa berbahaya dan gawatnya situasi di tengah gereja. Banyak dari antara mereka merupakan lulusan Sekolah Theologia. Mereka memahami isi Alkitab lebih baik dari Anda. Itulah sebabnya mereka disebut nabi dan guru palsu.
Mungkin saat Anda mendengarkan hal-hal yang membingungkan Anda, Anda mulai membatin, "Apa yang harus saya lakukan? Bagaimana saya bisa tahu bahwa dia sedang bermaksud mengatakan sesuatu yang berbeda walaupun kata-kata yang digunakan itu sama? Bagaimana saya bisa menanganinya jika pengetahuan Alkitabnya jauh melebihi saya?" Tidak heran jika sebagian domba terjerat dalam ajaran palsu. Benar-benar keadaan yang sangat berbahaya! Karena itulah Yesus memperingatkan bahwa keselamatan kita terancam. Akan tetapi, kita boleh bersyukur kepada Allah karena ada hal yang dapat kita lakukan.
Hal kedua untuk mendeteksi nabi-nabi palsu dapat ditemukan di 2 Petrus. Dikatakan di situ bahwa orang-orang itu cara hidupnya dikuasai hawa nafsu. Hal ini dapat dilihat dari perilaku mereka. Kata 'dikuasai hawa nafsu' ini pada dasarnya bermakna sensual (tertarik pada hal-hal yang lahiriah, dalam pengertian yang buruk). Artinya, segala sesuatu yang bersifat kedagingan akan sangat menarik minat orang ini. Kadang kala Anda akan dapat melihat bahwa di dalam perilaku dan kebiasaannya akan muncul sifat-sifat kedagingan. Sebagai contoh, mereka cenderung bergaul sangat bebas dengan perempuan. Orang-orang seperti ini harus kita waspadai. Kalimat 'dikuasai hawa nafsu' itu di dalam bahasa aslinya menekankan pada masalah berahi. Jadi, guru-guru palsu itu adalah orang-orang yang kelakuannya akan membongkar kedok mereka sendiri. Akan tetapi pada awalnya, tentu saja, mereka akan sangat berhati-hati dalam bertindak. Namun, sejalan dengan waktu, perilaku mereka menunjukkan bahwa mereka termasuk jenis orang yang oleh rasul Petrus disebut sebagai orang yang membuat Jalan Kebenaran dihujat  dan dipermalukan.
Hal ketiga yang kita lihat di dalam ayat-ayat tentang nabi palsu ini adalah keserakahan dan kerakusan mereka. Mereka adalah orang-orang yang ingin memanfaatkan Anda. Mereka adalah jenis orang yang sangat berminat pada uang. Jika Anda bertemu dengan pendeta atau pengkhotbah yang sangat berminat pada uang, waspadalah! Besar kemungkinan bahwa dia itu nabi palsu. Tentu saja, setiap orang perlu uang untuk hidup, akan tetapi yang sedang kita bahas di sini adalah tentang sikap hati, tentang keterikatan dan kecintaan pada uang.
Oleh karena itu, waspadailah tanda-tanda yang menjadi ciri nabi palsu tersebut. "Dari buahnya, kamu akan mengenali mereka." Akan tetapi situasi yang kita hadapi tidak sesederhana itu, Anda akan mendapati bahwa ini adalah hal yang sangat memusingkan jika Anda tidak berpengalaman di dalam peperangan rohani. Poin yang perlu Anda pahami di sini adalah: kuasa Iblis bekerja melalui nabi-nabi palsu ini, sehingga mereka bisa mengerjakan berbagai mukjizat.
Jadi poin keempat yang bisa kita pelajari dari Kitab Suci mengenai nabi-nabi palsu adalah ini: mereka (sebagian dari mereka, tidak semuanya) akan memperlihatkan tanda-tanda dan mukjizat, dan ini adalah perkara yang paling susah untuk ditangani. Kemampuan ini ada pada mereka karena mereka bekerja dengan kuasa Iblis. Hal ini dapat kita lihat dari ayat 24:24, atau di dalam Why 19:20.
Dengan kuasa iblis, mereka ini mampu melakukan hal-hal yang ajaib. Mereka dapat mengerjakan mukjizat. Mereka bisa berbahasa roh. Mereka bahkan dapat mengerjakan hal-hal yang tidak mampu dilakukan oleh orang Kristen rata-rata. Jadi, kita perlu menambahkan satu lagi peringatan atas peringatan yang sudah ada sebelumnya. Bukan sekadar, "Jangan terpesona pada orang yang membawa-bawa Alkitab sambil mengutipkan ayat buat Anda," akan tetapi ditambah dengan, "Jangan terpesona pada orang yang bisa berbahasa roh."
Saya pernah kenal dengan orang jahat yang bisa berbahasa roh. Jangan terpesona pada orang-orang yang dapat mengerjakan mukjizat! Yesus sudah memperingatkan kita bahwa nabi-nabi palsu akan mengerjakan mukjizat juga, dan mereka akan menyesatkan banyak orang, seperti yang kita lihat di dalam 2 Petrus ini. Mereka bisa menyesatkan Anda jika Anda tidak meneliti dan mempelajari prinsip-prinsip penting yang sedang kita bahas hari ini.
Kesaksian seorang pengikut setan yang diselamatkan oleh kuasa Allah
Banyak orang yang tidak mengerti bahwa Iblis juga punya kuasa sampai pada tingkatan tertentu. Saya ingin mendorong Anda semua untuk membaca buku berjudul From Witchcraft to Christ (Dari Sihir ke Kristus). Buku ini ditulis oleh seseorang yang tadinya adalah pengikut setan. Tahukah Anda bahwa di dunia ini ada pengikut setan, yaitu para penyembah setan? Mereka melakukan hal ini, tentu saja, untuk mendapatkan keuntungan duniawi. Mereka juga kadang-kadang, seperti serigala, akan pergi ke gereja untuk menjalankan pekerjaan maut mereka.
Nah, perempuan ini berbicara berdasarkan pengalaman pribadinya tentang hal-hal yang bisa dilakukan oleh kuasa setan. Dia bahkan terpilih sebagai ratu penyihir aliran hitam di Inggris, di Bournemouth. Untuk bisa dipilih sebagai ratu sihir aliran hitam, dia harus menunjukkan kekuatan yang dahsyat. Demikianlah, ratusan calon akan berkumpul di bagian barat Inggris dan mereka akan berguguran satu persatu, dan mereka yang memiliki kekuatan yang unggul akan disaring lagi hingga tinggal beberapa peserta saja di babak final. Beberapa perserta babak final ini harus berjalan melewati api. Kobaran api itu tingginya mencapai dua meter lebih dan bisa terlihat dari jarak yang sangat jauh. Setiap peserta babak final harus melangkah secara perlahan melewati api yang tingginya lebih dari dua meter itu. Api itu sungguh-sungguh besar. Ratu sihir hitam akan dipilih sendiri oleh setan. Dia akan menyatakan pilihannya dengan cara muncul di dalam kobaran api itu; dia akan tampil terlihat oleh ribuan penyihir yang hadir di sana. Pada saat itu, perempuan inilah, yaitu Doreen Irvine, yang terpilih menjadi ratu. Belakangan hari, oleh kuasa Allah, dia diselamatkan dan diubahkan. Banyak setan yang diusir keluar dari dirinya. Sekarang ini dia berkeliling memberi kesaksian tentang kuasa Kristus. Dia mengalami perubahan dari ratu sihir hitam menjadi anak Tuhan. Saat saya masih tinggal di Liverpool, dia pernah datang ke Liverpool memberikan kesaksian.
Jadi, Iblis juga punya kuasa. Pernahkah Anda mendengar ada orang yang berjalan menembus api setinggi dua meter lebih? Hal ini mengingatkan kita dengan hal yang pernah terjadi pada tiga orang yang dimasukkan ke dalam api oleh Nebukadnezar. Begitu juga dengan apa yang terjadi di Mesir kuno, banyak dari mukjizat yang dikerjakan oleh Musa bisa ditiru oleh para ahli sihir. Jadi, janganlah terpesona pada mukjizat. Ingatlah selalu bahwa mukjizat bukanlah bukti keaslian seorang manusia Allah. Namun, tentu saja, memang sangat mudah untuk terpesona pada mukjizat dan melupakan apa yang telah Anda pelajari hari ini. Perlu saya sampaikan juga bahwa setelah mereka berjalan menembus api itu, para penyihir tersebut keluar tanpa adanya bau terbakar di pakaian mereka, persis seperti yang terjadi di dalam kitab Daniel.
Bagaimana menangani nabi-nabi dan guru-guru palsu
Saudara-saudari yang kekasih, sadarilah bahwa kita ini terjepit di tengah-tengah peperangan rohani, dan pihak-pihak yang melawan kita itu sangat besar kuasanya. Walaupun demikian, kita akan selalu menang di dalam setiap pertempuran itu. Saya sendiri sering terlibat di dalam konflik dengan kuasa jahat dan berhadapan langsung dengan Iblis. Saya telah melihat kuasa yang dipercayakan kepada kita, sekalipun kita ini tidak ada apa-apanya. Walaupun kuasa Iblis itu sangat besar, kuasa di dalam diri kita jauh lebih besar daripada kuasa Iblis, asal kita tahu bahwa kita memiliki kuasa itu. Tepat seperti yang dikatakan oleh Yesus di Lukas pasal 10 [ayat 19], "Aku memberikan kamu kuasa yang mengatasi kuasa musuh." Saya telah membuktikan hal itu. Kita memiliki segala kuasa untuk mengatasi kuasa musuh.
Oleh karena itu, apakah posisi kita sekadar bertahan? Apakah posisi kita sekadar bertahan karena serigala-serigala itu yang datang ke tengah jemaat? Tidak sama sekali! Kita memiliki kuasa yang besar. Masalahnya adalah kita harus temukan dulu mereka sebelum kita dapat menangani mereka. Banyak guru palsu yang masuk ke gereja, dan saat kedok mereka terungkap gereja sudah berada dalam keadaan yang sangat parah. Saya sudah sering melihat serigala-serigala itu datang dari waktu ke waktu ke tengah jemaat. Jadi, apa yang akan terjadi jika guru-guru palsu itu datang ke gereja? Apa yang akan kita lakukan pada mereka saat kita menemukan mereka?
Apa yang tertulis di sini? Dikatakan, akan dipotong setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik. Pohon itu akan ditebang dan dibuang ke dalam api. Yang menarik adalah bahwa kalimat ini ditulis bukan dalam bentuk yang akan datang (future tense), melainkan dalam bentuk sekarang (present tense). Kalimat ini menyatakan prinsip tentang hukuman atas perbuatan. Kalimat ini mencerminkan apa yang ada di kitab Ulangan di Perjanjian Lama, misalnya di Ulangan 13:1-5, bahwa nabi palsu akan menerima hukuman mati. Ini bukan berarti bahwa kita, sebagai jemaat, akan menendangnya keluar gereja dan menempatkannya di depan regu tembak. Maksudnya adalah bahwa kuasa Allah akan bekerja mengakibatkan kebinasaan pada dagingnya. Sangatlah mengerikan jika jatuh ke tangan Allah yang hidup.
Ini berarti, jika kita menemukan nabi palsu di tengah gereja, kita harus menyerahkannya pada kebinasan tubuh. Seperti yang dikatakan oleh rasul Petrus di 2 Petrus di bagian yang sedang kita bahas ini, "kebinasaan atas diri mereka segera datang." Ini adalah salah satu aspek dari kuasa Allah di tengah jemaat yang sekarang ini jarang dipahami oleh banyak orang Kristen. Namun saya percaya bahwa pada waktunya nanti, Anda semua akan mengerti karena Allah melindungi umat-Nya. Dia memelihara gereja-Nya. Allah adalah Allah yang hidup. Jadi, peringatan ini diberikan bukan karena Allah tidak bisa melindungi domba-domba-Nya tetapi Ia mau agar kita berwaspada. Jika tidak, maka Anda akan pergi mengikuti nabi palsu atas kehendak Anda sendiri. Jadi ingatlah, dari buahnya Anda akan mengenali mereka.
Penghakiman diadakan terhadap setiap pohon
Di [Mat 7] ayat 19, dikatakan bahwa setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik akan ditebang. Dengan kata lain, Yesus tidak membatasi hal penghakiman ini hanya pada nabi-nabi palsu saja. Penghakiman akan datang kepada semua pohon, bukan hanya kepada nabi-nabi palsu. Maksudnya adalah: Jangan menyibukkan diri mencari-cari nabi palsu lantas lupa bahwa melalui buah Anda sendiri, Anda juga akan dikenali oleh orang lain. Karena jika Anda tidak menghasilkan buah yang baik, maka Anda juga akan ditebang. Janganlah berkata, "Aku ini orang Kristen; aku percaya kepada Yesus dan aku sudah dibaptis." Berapa banyak orang yang mengira bahwa dia orang Kristen hanya karena alasan tersebut? Anda adalah seorang Kristen jika Anda menghasilkan buah yang baik. Itulah hal yang disampaikan oleh Yesus di sini. Pohon macam apakah yang tidak ditebang? Apakah pohon-pohon yang berkata bahwa mereka telah dibaptis, atau yang berkata, "Aku percaya kepada Yesus"? Bukan! Hanya pohon yang berbuah baik!
Apa artinya menghasilkan buah? Artinya adalah perilaku yang muncul dari hidup Anda. Yaitu cara Anda berperilaku dan sikap Anda terhadap orang lain. Itulah hal-hal yang Allah perhatikan. Sebagai seorang anak Allah, kita harus tahu bahwa jika kita menghasilkan buah yang buruk, maka itu berarti kita bukan Kristen sama sekali. Karena di Matius 7:18 dikatakan, "Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik," tepat seperti yang dikatakan oleh rasul Yohanes di 1 Yoh [5:18], "setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa," artinya, tidak terus menerus berbuat dosa. Jadi, janganlah berkata, "Tak peduli bagaimanapun caraku menjalani kehidupan ini, yang penting aku orang Kristen." Tak heran jika orang non-Kristen berkata, "Aku tidak dapat melihat di mana letak perbedaan antara seorang Kristen dengan yang non-Kristen." Seharusnya ada perbedaan yang mencolok antara keduanya. Jika hidup Anda tidak berbeda dari hidup orang non-kristen, maka besar kemungkinan Anda ini bukan orang Kristen sama sekali. Harus ada perbedaan yang nyata antara buah yang baik dengan buah yang tidak baik. Hal tentang arti buah itu sendiri bisa kita lihat di dalam Galatia pasal 5. Di sana kita diberitahu tentang buah dari daging, yang digambarkan sebagai perbuatan daging.
Perbuatan dan buah adalah hal yang sama di dalam Kitab Suci. Banyak ahli kitab, di dalam niat luhur mereka untuk memisahkan makna keduanya, telah melangkah keluar dari jalur. Sebenarnya, jika Anda periksa semua referensi yang ada, istilah buah dan perbuatan adalah kata yang sinonim (punya arti yang sama). Dengan demikian, di dalam kehidupan seorang Kristen yang sejati, Anda akan melihat adanya kasih, sukacita yang tertib, damai sejahtera, kelemah lembutan, kerendahan hati - semua yang diuraikan di Galatia 5. Hal-hal ini akan membuat orang yang bersangkutan tampil berbeda dari yang lain. Bisa terlihat dari semua hal-hal kecil yang dia lakukan. Sungguh indah jika Anda melihat seorang Kristen yang sikapnya sangat menyenangkan!
Ada sebagian orang Kristen yang selalu berpikir untuk mengerjakan sesuatu hal yang besar bagi Allah. Saya rasa kita bisa memulai dengan menjadi orang yang lebih ramah dari biasanya. Jika kita dapat menjadi orang yang sedikit lebih ceria, itu saja sudah luar biasa. Akan tetapi mereka ingin melakukan perkara yang besar, padahal perkara yang kecil saja belum mereka jalankan. Seharusnya mereka memulai dari yang kecil-kecil dulu, umpamanya dengan bersikap lebih bertenggang rasa.
Saya teringat seorang saudara seiman yang pernah tinggal bersama kami di Inggris. Setiap kali mandi, dia mengubah lantai kamar mandi kami menjadi kolam renang. Dia meninggalkan bak mandi dengan sisa busa sabun di mana-mana. Inilah yang disebut dengan buah yang tidak baik. Setelah mandi, dia langsung keluar, mungkin berharap agar ada orang lain yang akan membuang limpahan air itu dan membersihkan bak mandi. Menjadi seorang Kristen mencakup hal yang sangat praktis. Artinya, bersihkanlah bak mandi dan buanglah limpahan air itu. Saya mendapati bahwa sebagian orang Kristen yang ingin melakukan pekerjaan yang besar bagi Allah seharusnya bisa memulai cukup dengan membersihkan bak mandi. Biarlah terlihat bahwa di dalam hidup ini kita menghasilkan jenis buah yang memuliakan Allah.
Marilah kita semua menguji buah kita sendiri dan mencari tahu apakah kita sedang berada di jalan sempit yang menuju hidup kekal atau tidak.
SELESAI

Kamis, 04 Oktober 2012

CARA PASANG IKLAN KIRI KANAN + CLOSE BLOG

Baiklah kali ini AF Sahabat Artikel akan kembali posting tutorial blog tentang Cara Pasang Iklan Melayang di Kiri Kanan Blog dengan Tombol Close. Tutorial ini saya dapatkan dari sahabat Planktoon Blog . Thanks Before. Muter-muter di google dan mondar-mandir di blog dapat cara pasang iklan melayang yang sejenis, tapi kebanyakan gagal terus, sempat coba berkreasi sendiri tapi masih ada Y kurang kodenya (masih kurang beruntung, coba lagi !!! he) dan akhirnya nemuin juga tutorial dari sahabat Planktoon yang pas di pasang di blog saya. 
Mungkin juga sobat blogger mengalami hal serupa dengan saya waktu pasang iklan melayang di kanan kiri blog yang masih gagal. Mungkin bisa di coba kode script yang satu ini dengan adanya tambahan tombol close yang bisa dikreasikan. Baiklah langsung saja dan berikut tutorial cara memasangnya:
1. Login Ke akun Blog
2. Klik "Opsi Lainnya" >> kemudian klik "Tata Letak" >> "Tambah Gadget" >> "HTML/Javascript"
3. Kemudian Copas kode script berikut ini :
<style type="text/css">
#adsense_blog {
position:fixed;_position:absolute;top:0px; right:0px;width: 160px;
clip:inherit;
_top:expression(document.documentElement.scrollTop+
document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight); _left:expression(document.documentElement.scrollLeft+ document.documentElement.clientWidth - offsetWidth); }
</style>
<script type="text/javascript">
function get_cookie(Name) {
var search = Name + "="
var returnvalue = "";
if (document.cookie.length > 0) {
offset = document.cookie.indexOf(search)
if (offset != -1) {
offset += search.length
end = document.cookie.indexOf(";", offset);
if (end == -1) end = document.cookie.length;
returnvalue=unescape(document.cookie.substring(offset, end))
}
}
return returnvalue;
}
function close1(){
if (persistclose)
document.cookie="remainclosed=1"
document.getElementById("adsense_blog").style.visibility="hidden"
}
if (window.addEventListener)
window.addEventListener("load", staticbar, false)
else if (window.attachEvent)
window.attachEvent("onload", staticbar)
else if (document.getElementById)
window.onload=staticbar
</script>
<br />
<div class="clear">
</div>
<div id="adsense_blog">
<div style="text-align: right;">
<a href="" onclick="close1(); return false"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkNZjGo6jz9KlY2Ha49cs5p0_i6JGXBonbX1qyufGCehDfqHylDQimMJLhWAHdOA_yJm7qgbZV9-bm00oMT4srBag9KOgKwlDAbn6wSW058W5ybUnJ53wlHJazQyhuyiNzu16lADEZUlAf/s1600/close3.png" /></a></div>
<div onclick='close1()'>
<div style="background: #fff;">
<a href="http://abyfarhan7.blogspot.com/p/contact-us.html" target="_blank"><img src="http://i1216.photobucket.com/albums/dd374/abyfarhan/PasangIklan_zps0d4e538b.jpg" border="0" alt="Photobucket" /></a></div>
</div></div>
<style type="text/css">
#adsense_blog1 {
position:fixed;_position:absolute;top:0px; left:0px;width: 160px;
clip:inherit;
_top:expression(document.documentElement.scrollTop+
document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight); _left:expression(document.documentElement.scrollLeft+ document.documentElement.clientWidth - offsetWidth); }
</style>
<script type="text/javascript">
function get_cookie(Name) {
var search = Name + "="
var returnvalue = "";
if (document.cookie.length > 0) {
offset = document.cookie.indexOf(search)
if (offset != -1) {
offset += search.length
end = document.cookie.indexOf(";", offset);
if (end == -1) end = document.cookie.length;
returnvalue=unescape(document.cookie.substring(offset, end))
}
}
return returnvalue;
}
function close11(){
if (persistclose)
document.cookie="remainclosed=1"
document.getElementById("adsense_blog1").style.visibility="hidden"
}
if (window.addEventListener)
window.addEventListener("load", staticbar, false)
else if (window.attachEvent)
window.attachEvent("onload", staticbar)
else if (document.getElementById)
window.onload=staticbar
</script>
<br />
<div class="clear">
</div>
<div id="adsense_blog1">
<div style="text-align: left;">
<a href="" onclick="close11(); return false"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkNZjGo6jz9KlY2Ha49cs5p0_i6JGXBonbX1qyufGCehDfqHylDQimMJLhWAHdOA_yJm7qgbZV9-bm00oMT4srBag9KOgKwlDAbn6wSW058W5ybUnJ53wlHJazQyhuyiNzu16lADEZUlAf/s1600/close3.png" /></a></div>
<div onclick='close11()'>
<div style="background: #fff;">
<p style="line-height: 100%; margin-top: 0; margin-bottom: 0" align="center">            <a target="_blank" href="http://www.soalpsikotes.com/?id=abyfarhan">            <img border="0" src="http://www.soalpsikotes.com/images/ebook-buku-psikotes.gif" width="160" height="600" /></a><p></p>              </div></div></div>   
4. Selanjutnya Ganti Tulisan Y berwarna merah dengan Kode iklan kalian masing2, Jika sudah save dan lihat hasilnya

Jumat, 11 Mei 2012

BAPTISAN AIR DAN PERJAMUAN KUDUS



 
Dewasa ini saya melihat kekristenen semakin menuju kearah perdebatan dan semakin banyak pertentangan antara gereja-gereja yang ada, oleh karena itu saya tertarik memasukkan artikel dibawah ini ( sumber : Keluarga Masa Depan Cerah(MDC))  untuk melihat kebenaran yang sebenarnya tentang BAPTISAN AIR DAN PERJAMUAN KUDUS, ingat kebenaran hanya ada dalam Alkitab. Jika bertentangan dengan Alkitab baru kita bahas bersama sama. SILAHKAN KLIK GAMBAR DIBAWAH!




Baptisan Air & Perjamuan Kudus

Enter your email address:


Delivered by FeedBurner


Streaming




Listen via Iphone & Blackberry



Widget By: Elson Sinurat

Senin, 23 April 2012

Menjadi Pemecah Masalah


Dalam hal masalah hidup pada dasarnya ada 2 jenis manusia :

(a) Troublemaker = biang kerok/ pembuat masalah
Ini biasanya adalah orang-orang yang terluka, yang suka cari gara-gara. Masalah kecil sering mereka besar-besarkan.

(b) Problem solver = pemecah masalah
Ini adalah tipe yang matang, yang suka mendamaikan suasana dan mencari jalan keluar dari setiap permasalahan yang ada. Tipe ini suka membuat masalah besar menjadi kecil, masalah kecil menjadi tidak ada!
 
1 Yoh 5:4, sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita
Salah satu tokoh alkitab yang merupakan tipe problem solver adalah Yusuf. Kita akan melihat bagaimana Yusuf mengatasi masalah demi masalah yang dihadainya dengan sukses.

Seni Mengatasi Masalah Hidup

Setiap hari kita menghadapi masalah hidup yang beragam. Jadi masalah selalu ada, yang penting adalah bagaimana kita merespon masalah itu. Kita akan belajar dari Yusuf tentang hal ini.

Inilah daftar permasalahan besar yang dihadapi Yusuf:

1. Menghadapi kecemburuan dan iri hati

Masalah besar pertama yang dihadapi Yusuf adalah rasa iri hati dari saudara-saudaranya. Hal ini terjadi karena beberapa sebab:

(a) Ia merupakan anak favorit ayahnya (Kejadian 37:3)
Entah kenapa Yakob lebih mengasihi Yusuf dibanding ke 11 saudaranya yang lain. Ia memperlakukan Yusuf secara berbeda. Terbukti ia minta dibuatkan jubah yang mewah bagi Yusuf.

(b) Ia pernah melaporkan kejahatan saudara-saudaranya (Kejadian 37:2)
Kakak-kakaknya semakin jengkel kepada Yusuf karena ia suka melaporkan kejahatan mereka kepada sang ayah. Lalu bagaimana Yusuf merespon masalah ini? Ada 2 sikap yang diambil Yusuf:

Yang pertama, ia menunjukkan kasih kepada saudara-saudaranya (Kejadian 37:13-17). Ketika disuruh sang ayah untuk mencari kakak-kakaknya yang sedang menggembalakan kambing domba, Yusuf mencari mereka sampai ketemu. Ia bahkan harus tanya kesana-kemari untuk dapat menemukan mereka. Ini menunjukkan bahwa Yusuf sungguh-sungguh mengasihi mereka. Ini sikap yang luar biasa: tetap mengasihi meskipun dibenci!

Kedua, ia tidak membalas perlakuan saudara-saudaranya. Sekalipun dalam beberapa kesempatan kakak-kakaknya berkata kasar kepada Yusuf, tapi Yusuf tetap berkata hormat kepada mereka. Ini menunjukkan kelapangan hati Yusuf yang luar biasa (Roma 12:17).

2. Menghadapi ketidaknyamanan (Kejadian 37:18-20)


Masalah ke dua yang dihadapi Yusuf adalah ketidaknyamanan yang tiba-tiba dialaminya. Dia dimasukkan ke dalam sumur, lalu di jual kepada pedagang Ismail ke Mesir sebagai budak. Lalu bagaimana respon Yusuf?

(a) Ia tetap tenang
Sekalipun menderita Yusuf tidak panik dan putus harapan. Ia tahu hidupnya aman ditangan Tuhan yang mengasihinya! Tetap tenang di tengah keadaan yang tidak nyaman/penderitaan adalah ciri orang beriman!

(b) Ia tidak menyalahkan Tuhan
Yusuf juga tidak mengumpat dan menyalahkan Tuhan atas masalah yang ia hadapi.
Ia tahu ada rencana Tuhan atas apa yang terjadi pada dirinya. Hanya ia belum tahu apa itu rencana Tuhan ke depan atas hidupnya.

3. Menghadapi godaan terus menerus (Kejadian 39:7)


Yusuf menjadi orang kepercayaan Potifar. Tapi masalah kemudian justru datang dari istri potifar. Ia menggoda Yusuf terus menerus! Jadi, bukan hanya sekali, namun berkali-kali. Puncaknya, ketika istri Potifar mengajaknya tidur. Lalu, apa respon Yusuf?

(a) Yusuf tidak mau mendengarkan bujukan istri Potifar (Kejadian 39:10)
Dosa masuk ke dalam hidup kita biasanya melalui indera kita. Bisa melalui mata, sentuhan, atau telinga. Hebatnya Yusuf: ia menutup telinganya terhadap bujuk rayu dosa. Bandingkan dengan Hawa yang justru membuka telinganya untuk ditipu si ular (akhirnya ia jatuh).

(b) Yusuf lari dari godaan dosa (Kejadian 39:12)
Yusuf sadar bahwa ia bukan superman, maka ketka bjuk rayu istri Potifar sudah demikian hebat, ia lari meninggalkannya. Kadang-kadang untuk menghindari dosa kita harus berani lari dari stuasi yang memojokkan!
Contoh: kalau kita kerja di kantor yang curang dan korup, maka jalan keluar terbaik barangkali pindah kerja!

4. Menghadapi tuduhan palsu (Kejadian 39:12-15)


Istri Potifar berang terhadap Yusuf, lalu ia membuat tuduhan palsu bahwa Yusuf mau memperkosanya. Akhirnya Yusuf dimasukan ke dalam penjara. Bagaimana Yusuf merespon masalah ini?

(a) Ia tetap tegar
Sebenarnya sulit tetap tegar ketika seseorang dibatasi kebebasannya (dipenjara).
Bandingkan: banyak koruptor yang tiba-tiba "sakit keras" setelah dinyatakan polisi sebagai terdakwa! Tapi Yusuf memang luar biasa, ia tetap tegar dan tidak menjadi sakit di dalam penjara! Ini menunjukkan bahwa Yusuf memiliki ketahanan mental yang luar biasa!

(b) Ia tidak menjadi pahit hati
Sebenarnya ada alasan kuat bagi Yusuf untuk pahit hati, terutama kepada Tuhan. Ia sudah berusaha keras menjaga kekudusan, eh.. malah masuk penjara! Tapi Yusuf memilih untuk tidak pahit hati. Ia malahan lebih berserah pada Tuhan. Ia tahu tidak ada peristiwa yang terjadi dalam hidupnya tanpa ada rencana Tuhan yang indah di dalamnya!

5. Menghadapi tidak adanya rasa terima kasih (Kejadian 40:4)


Di penjara, Yusuf berbuat kebaikkan dengan cara berhasi menafsirkan mimpi juru minuman dan makanan raja. Dan akhirnya si juru minuman dibebaskan. Namun sayang, setelah keluar penjara, juru minuman raja melupakannya! Lalu bagaimana Yusuf merespon situasi ini ? Sebenarnya ada 2 pilihan yang bisa diambil Yusuf:

(a) Ngambek dan berhenti berbuat baik
Yusuf bisa berpikir buat apa berbuat baik kalau hanya untuk dilupakan dan tidak diberi terima kasih.

(b) Terus berbuat baik
Ternyata ini yang dipilih Yusuf. Sekalipun dilupakan orang ia tetap terus berbuat baik di penjara. Ia menjadi tawanan teladan. Ia tetap suka menolong orang, entah diberi terimakasih atau tidak! Terbukti ketika dimintai tolong menafsirkan mimpi Firaun ia tetap mau melakukannya.

6. Menghadapi kekuasan dan tanggung jawab (Kejadian 41:37-45)


Akhirnya Tuhan melepaskan Yusuf dari penjara, setelah ia berhasil menafsirkan mimpi Firaun. Lalu Yusuf malah dianugerahi kedudukan tinggi di istana Firaun.Menurut seorang penafsir yang diterima Yusuf meliputi:

(1) Yusuf menjadi orang ke dua setelah Firaun (setara dengan perdana mentri)

(2) Ia diberi wewenang untuk mengurusi semua milik Firaun termasuk kekayaan, istana, bahkan kekuasaan Firaun.

(3) Ia diberi Gelar kebangsawanan

(4) Ia diberi kedudukan yang sangat terhormat

(5) Ia diberi/dihadiahi istri oleh Firaun.

Bagaimana Yusuf merespon hal ini ? Kekuasaan bukan hanya anugerah tetapi juga tanggung jawab.

(a) Yusuf melakukan pekerjaannya dengan baik bertanggung jawab (Kejadian 41:46-57)
Yusuf bekerja secara excellent. Tugas yang dia emban untuk mengatur Mesir dan menghindarkan Mesir dari bahaya kelaparan berhasil ia laksanakan dengan sempurna!

(b) Yusuf tetap rendah hati
Yusuf tidak takabur dan menjadi besar kepala. Sekalipun kedudukannya sangat tinggi, ia tetap memiliki jiwa hamba, sebagaimana ia tunjukan ketika mengurusi rumah Potifar.
Jadi rupanya Tuhan mempersiapkan Yusuf untuk mengurusi Mesir dengan jalan menjadikannya pengurus rumah Potifar! Ketika kita rendah hati, maka Tuhan akan memberi promosi!

7. Menghadapi kenangan buruk masa lalu (Kejadian 51:50-52)

Yusuf telah menjadi sosok yang terbuang dan disia-siakan oleh kakak-kakaknya. Kini setelah memiliki kekuasaan, ia punya kesempatan untuk membalas dendam.

Bagaimana respon Yusuf dalam hal ini? Ada 2 pilihan yang bisa diambil Yusuf?


(a) Dia memelihara dendam dan membalas dendam
Yusuf bisa menuruti emosinya dan kemudian melampiaskan dendam itu secara total. Ia bisa berprinsip, mata-ganti mata, gigi ganti gigi agar impas.

(b) Dia tidak mendendam dan tidak membalas dendam
Ternyata pilihan ke dua ini yang diambil Yusuf. Ia memilih untuk menyisihkan dendam dan menggantinya dengan pengampunan. Hanya orang yang berjiwa besar yang bisa melakukan hal ini.

MASALAH_MASALAH DAN SOLUSI
http://www.sarapanpagi.org/6-masalah-masalah-emosional-vt1874.html


Streaming




Listen via Iphone & Blackberry



Widget By: Elson Sinurat
Mintalah kepada Tuan yang Empunya Tuaian
Matius 9:36-38


Judul khotbah hari ini diambil dari naskah Alkitab. Namun karena keterbatasan waktu, khotbah saya hari ini bukanlah khotbah sebagaimana biasanya, yaitu bukan merupakan uraian rinci dari isi Alkitab. Dengan waktu yang terbatas ini, saya hanya dapat sekadar menyajikan beberapa kesaksian berdasarkan ayat-ayat ini. 

Ada sangat banyak jiwa yang siap dituai

Kita akan membaca dua ayat di dalam Matius 9:37-38
Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."
Nah, ini adalah suatu pernyataan yang sangat sederhana dan mudah untuk diingat. Jika Anda meneruskan pembacaan ke Matius pasal 10, Anda akan menemukan bahwa Yesus mengutus para rasul-Nya untuk memberitakan Injil. Ayat-ayat yang sejajar ada di Lukas 10:2. Ayat-ayat yang mirip dengan ini ada di dalam Yohanes 4:35, di mana Yesus memberitakan Injil kepada orang-orang Samaria.
Tuaian memang banyak. Suatu panenan yang sangat melimpah tetapi sedikit sekali pekerjanya. Apakah arti tuaian? Tuaian adalah jiwa-jiwa. Banyak sekali orang yang menunggu untuk dibawa masuk ke dalam hidup yang kekal. Apa yang akan terjadi jika tuaian tidak dibawa masuk? Tahukah Anda apa yang akan terjadi? Tuaian itu akan membusuk. Tuaian tidak boleh dibiarkan begitu saja di masa panen karena binatang-binatang akan merusaknya, burung-burung akan memakannya dan hujan akan membuatnya membusuk.

Sudahkah Anda meminta agar Dia mengirimkan lebih banyak lagi pekerja?

Jika tuaian sangat banyak dan pekerjanya sangat sedikit, apakah yang akan terjadi? Apa yang akan terjadi dengan para pekerja? Mereka akan bekerja siang dan malam. Mereka akan bekerja keras sampai kelelahan akan tetapi tetap saja mereka tidak dapat membawa masuk tuaian itu. Lalu bagaimana pekerjaan ini dapat diselesaikan? Yesus berkata, "Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."
Kepada siapakah Dia berbicara? Dia berbicara kepada murid-murid-Nya. Apakah Anda ini murid-Nya? Apakah Dia berbicara kepada Anda? Apakah Anda berdoa agar Tuhan mengirimkan pekerja? Jika Anda prihatin agar ada yang mau memanen tuaian, mungkin Anda perlu mempertimbangkan bahwa bisa jadi Andalah yang seharusnya pergi. Bagi kami yang sedang bekerja di ladang, saya rasa kami sudah jemu dengan alasan yang kedengarannya alim, "Kami sedang menunggu; suatu hari ketika Tuhan menggerakkan kami." Nah, tentu saja kita memang perlu menunggu arahan Tuhan. Hal ini memang harus. Akan tetapi Tuhan sudah mengatakan satu hal: Berdoalah agar lebih banyak lagi pekerja dikirim. Perlu diperhatikan bahwa bukan kita yang mengirimkan pekerja. Tetapi kitalah yang meminta agar Dia mengirimkan pekerja 
Apakah kita sudah siap untuk berangkat? Saya sering bertanya-tanya apakah orang-orang yang hidup di negara yang nyaman seperti Kanada dapat menjadi laskar Kristen yang tangguh. Jika Anda cukup lama tinggal di negara-negara yang nyaman seperti Kanada dan Australia, saya tidak tahu apakah Anda dapat bertahan saat harus bertarung di medan. Jika hidup Anda cukup nyaman, apakah Anda bersedia untuk bekerja sebagai penuai di ladang?
Tuaian ini tidak membuat kita kaya
Jika Anda seorang pengusaha, bagaimana Anda akan berpikir? Tuaiannya banyak, dan pekerjanya sedikit, maka Anda tentu akan berkata, "Hebat! Lebih baik pekerjanya sedikit karena nanti semua hasil panen akan menjadi milikku. Kalau pekerjanya sedikit, maka kita dapat menguasai semua hasil panen. Makin sedikit makin baik! Aku menguasai hasil panen! Kalau terlalu banyak pekerja, akan ada banyak persaingan. Karena tuaiannya sangat banyak dan pekerjanya sangat sedikit, aku bisa memonopoli hasil panen."
Dalam hukum ekonomi, kalau pasarannya besar dan hasil yang dapat dituai itu sangat besar, pasti banyak sekali orang yang akan bermain di situ. Lalu mengapa ternyata pekerjanya sedikit? Apa masalahnya di sini? Nah, yang jelas adalah hasil panen yang satu ini tidak akan mendatangkan kekayaan yang besar. Jika tuaian ini memberi kekayaan besar, Anda tidak perlu meminta Tuhan untuk mengirimkan pekerja. Semua orang akan berebutan, seperti berlomba menggali tambang emas di masa Gold Coast (pencarian tambang emas di pantai barat Amerika). Jadi jelaslah bahwa tuaian ini bukan urusan yang dapat menghasilkan uang.
Pekerjaan sangat besar dikerjakan oleh satuan kerja yang sangat kecil
Ada juga faktor lain yang muncul dari ayat ini. Jika tuaian sangat banyak dan pekerjanya sangat sedikit, maka situasi ini sama dengan saat Daud melawan Goliat. Artinya kita tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk menangani tuaian. Ini berarti satuan kerja yang ada ini sangat lemah dan sangat kecil. Ini juga berarti bahwa kita harus mendapatkan kekuatan di dalam kedudukan yang sangat lemah. Jadi pernyataan dari Tuhan ini menyampaikan kepada kita bahwa tuaian yang sangat banyak ini harus dibawa masuk oleh pekerja yang sangat sedikit itu. Suatu tugas besar yang harus diselesaikan oleh satuan kerja yang sangat sedikit.
Beberapa tahun yang lalu, saya mendapat penglihatan di saat kebaktian hari Minggu seperti ini. (Saya sudah pernah mensharingkan ini). Ketika seorang rekan kerja sedang berkhotbah, tiba-tiba muncul penglihatan di depan saya. Dan penglihatan itu adalah tentang sebuah negeri yang masih belum mengenal Tuhan. Saya melihat seluruh negeri itu terbentang di hadapan saya. Dan saya menatap dari selatan ke utara. Sepertinya saya sedang berada di selatan dan menatap ke arah utara, ke segenap daratan negeri itu. Dan seluruh tempat itu seperti dinaungi cahaya keemasan. Dan hati saya berseru dan berkata, "Tuhan, di manakah rekan-rekan kerja yang akan membawa Injil ke tempat ini?" Dan saya memohon kepada Tuhan untuk mendapatkan pekerja untuk negeri ini, karena sebagian besar rekan kerja yang ada mempunyai kendala bahasa. Saya merenungkan tentang apa arti cahaya keemasan itu? Tampaknya seperti sebuah pesan, sekaranglah kesempatannya untuk membawa terang keselamatan dari Allah. Allah sudah menyatakan terang-Nya. Inilah zaman keselamatan buat negeri ini.
Akan tetapi di manakah para pekerjanya? Ya, kita mungkin sudah punya sedikit rekan kerja di sana. Akan tetapi jika kita tidak mengerahkan segenap jemaat kita, lalu bagaimana tuaian sebesar ini akan dibawa masuk jika kedatangan Tuhan sudah sedemikian dekatnya? Bahkan dengan pengerahan penuh pun tampaknya jumlah pekerja yang ada akan tetap sangat sedikit. Namun ketika saya mengamati gereja-gereja kita, apakah yang terlihat oleh saya? Yang saya lihat adalah orang-orang yang sangat terikat dengan kepentingannya masing-masing, dengan kebutuhannya, persoalannya, prospek, karir dan masa depannya. Ada beberapa yang masih bergumul dengan masalah rohani yang telah berlangsung sejak lima tahun yang lalu, dan mereka masih saja berputar-putar dalam jalur melingkar di tengah padang gurun. Tak ada visi tentang tuaian yang ada di depan kita.
Omong-omong, pengalaman mendapatkan penglihatan di tengah kebaktian adalah sesuatu hal yang unik bagi saya. Saya belum pernah mendapatkan pengalaman seperti itu sebelumnya. Bahkan, sebelum itu, saya malah tidak mengetahui secara pasti apa itu penglihatan menurut pengertiannya yang alkitabiah, sampai akhirnya hal itu terjadi pada saya.
Nah mengapa ada orang yang mau masuk ke dalam pekerjaan semacam ini? Tim pelatihan telah menjalani kerja praktek mereka di negeri itu. Di dalam perjalanan menuju ke sini, saya mendengarkan laporan tentang perjalanan mereka dari pita rekaman. Beberapa orang dari mereka berbicara tentang bagaimana mereka harus tidur di kasur bersama kutu besar, sampai mereka harus berdoa agar Tuhan melindungi mereka dari kutu-kutu itu. Ada satu saudara yang bersaksi bahwa dia kesulitan tidur karena kutu-kutu itu terus saja menggigitinya. Lalu dia berpikir, "Apa yang harus kulakukan? Baiklah, aku akan meminta Tuhan untuk mengusir kutu-kutu ini dari kasur." Masalahnya, di kamar itu ada tiga rekannya yang sedang tidur juga. Lalu dia berpikir, "Kalau aku meminta Tuhan untuk mengusir kutu-kutu ini dari kasurku, mungkin mereka akan pergi ke kasur rekan-rekan yang lain dan mengigiti mereka." Akhirnya dia berkata, "Tapi Tuhan, Engkau harus melakukan sesuatu, kalau tidak, maka aku tidak akan dapat tidur di sepanjang malam ini. Tuhan, Hentikanlah gigitan kutu-kutu ini. Mereka boleh tinggal di kasur tetapi jangan biarkan mereka mengigitku." Ajaib, kutu-kutu itu berhenti menggigitnya! Dia dapat tidur malam itu dan para kutu tidak menggigitnya lagi. Jadi, dia mengalami Tuhan secara sangat nyata. Nah, bersediakah Anda untuk membawa masuk tuaian dengan resiko menjadi makanan kutu?
Satu saudara dari Kanada bersaksi bahwa dia sedang di kereta dalam perjalanan misi menuju ke suatu kota. Dia tidak mendapat tempat duduk karena tiket yang dibelinya adalah tiket berdiri. Gerbong itu penuh sesak dan ia harus berdiri selama empat jam sepanjang perjalanan itu. Akan tetapi berdiri bukanlah masalah besar. Dia berkata bahwa lantai gerbong kereta itu sangat jorok sehingga terasa memualkan. Berbagai macam sampah mengambang di genangan air. Dan karena mereka bepergian dengan ransel punggung dengan tiket berdiri, itu berarti bahwa mereka tidak bisa menaruh ransel mereka di lantai kereta yang jorok itu. Jadi selama empat jam mereka harus berdiri dengan ransel di punggung. Dapatkah Anda akan menjadi prajurit yang baik bagi Tuhan? Sanggupkah Anda berangkat memanen di tengah terpaan udara panas dan kesulitan?
Rekan kerja yang lain berkata bahwa mereka harus menginap di sebuah penginapan kecil. Ketika mereka masuk ke kamar mandi, mereka hampir terjatuh ke dalam kakus, karena kakus itu hanya berupa sebuah lubang di lantai. Kamar mandinya sangat gelap sehingga mereka tidak bisa melihat apa-apa. Dan mereka harus mandi di tempat seperti itu. Pancurannya terbuat dari pipa yang disambungkan dengan keran. Itu adalah suatu pengalaman yang sangat bagus untuk melihat apakah tim ini akan menjadi penuai yang baik untuk memanen tuian yang tersedia.

Kasih Yesuslah yang mendorong para pekerja untuk menuai

Lalu apa yang memotivasi mereka? Hal apakah yang memotivasi rekan-rekan kerja kita yang sedang berada di ladang misi? Sebagai contoh, banyak dari mereka yang mengajar di sekolah tinggi atau universitas, dan gaji mereka sangat tidak masuk di akal bagi standar Kanada! Mereka menerima sekitar 100 dolar Kanada. Nah, tentunya tidak ada orang dengan latar belakang pendidikan seperti mereka yang mau bekerja dengan gaji $100 di Kanada. Anda bisa memperoleh lebih dari itu hanya dengan bekerja selama beberapa hari di restoran cepat saji McDonald''.
Lalu apa yang membuat mereka bertahan di sana? Seperti yang dikatakan oleh rasul Paulus, hanya ada satu hal yang bisa mendorong kita untuk melakukan penuaian ini. Yaitu kasih Kristus. Seperti yang dikatakan oleh Paulus di dalam 2 Korintus 5:14, Sebab kasih Kristus yang menguasai kami
Apakah Anda mengalami kasih Kristus ini?
Ketika saya sedang berada di Meksiko beberapa tahun yang lalu, saya menyaksikan pekerjaan seorang pengrajin. Pekerjaannya adalah menggarap batangan kaca, dan dia menggunakan penyembur api bersuhu sangat tinggi agar bisa mencairkan dan membentuk batang-batang kaca itu. Saya berdiri di sana menyaksikan pengrajin membuat salib, dan di atas salib itu dia membentuk tubuh Yesus yang disalibkan. Keterampilannya sangat luar biasa! Saya sangat terpesona sehingga saya agak lama berdiri di sana. Dan patung Kristus tersebut sangatlah menakjubkan walaupun ukurannya kecil, hanya setinggi sekitar satu kaki! Dia membuat mahkota duri dengan sekali sentuhan! Dengan bahan kaca, gerakannya harus tepat dan sempurna. Ia dapat dengan mahir membentuk mata dan mulut yang mengungkapkan seluruh ekspresi penderitaan - sungguh menakjubkan! Proporsi dari seluruh tubuh juga sempurna! Tangan yang terentang di kayu salib. Setiap jarinya sempurna dan ada paku di tengah-tengahnya. Terlihat bentuk tulang rusuk di tubuh-Nya, rusuk demi rusuk, sampai dengan detail paku di kaki-Nya. Istri saya, Helen dan saya berdiri bersama, terpesona oleh keahliannya.  Dalam sekedip mata saya diperlihatkan dengan Yesus yang baru disalibkan. Seluruh gambarannya menjadi sejelas kristal di patung kaca itu. Dan saya teringat tentang ucapan Paulus mengenai Yesus, Anak Allah yang mengasihiku dan memberi diri-Nya untukku. Apakah kasih Kristus telah menjamah kita?

Bagaimana mengalami kasih Kristus dan realitas Allah?

(1) Melalui kasih saudara seiman
Saya akan menutup dengan berbagai kesaksian singkat tentang kuasa kasih Kristus ini. Bagaimana kita dapat mengalaminya? Jika kita tidak mengalaminya, lalu apa yang akan mendorong kita keluar menuai, siap untuk digigit oleh kutu, dan hidup jauh dari kenyamanan yang biasa kita alami? Tentu saja, salah satu jalan mengalami kasih Kristus adalah melalui kasih yang ditunjukkan oleh para saudara seiman.
Ketika saya berada di Australia, saya sangat tersentuh oleh kasih para saudara seiman di sana. Mereka adalah saluran kasih-Nya kepada saya. Sebagai contoh, pada suatu kebaktian, seorang saudara, yang bekerja sebagai dokter, sangat prihatin dengan sakit punggung saya. Tanpa sepengetahuan saya, dia mempelajari kondisi saya selama kebaktian. Ia menemukan bahwa sepatu yang saya kenakan tidak cocok untuk kondisi punggung saya. Lalu beberapa hari kemudian, saya menerima sebuah kotak berisi sepasang sepatu. Tidak ada nama pengirimnya. Si pengirim tidak ingin diketahui jati dirinya. Akan tetapi seseorang yang kelepasan bicara tentang jati diri si pengirim membuat saya tahu siapa pengirim sepatu ini. Dokter ini melihat bahwa saya mengenakan sepatu kulit dengan hak kulit yang solnya tidak meredam hentakan langkah dan itu tidak bagus bagi punggung. Jadi dia segera pergi membeli sepatu dengan sol khusus yang cocok untuk keadaan fisik saya. Sepatu ini buatan Itali yang harganya tidak murah. Hal ini menyentuh hati saya bukan karena nilai barangnya tetapi kepedulian dan kasihnya terhadap saya. Inilah satu contoh bagaimana Allah memakai saudara seiman kita untuk menyalurkan kasihnya.
Ada keluarga lain yang memberikan saya sebotol obat Ginseng yang telah mereka simpan selama lebih dari dua belas tahun. Ini adalah barang yang sangat berharga bagi keluarga mereka dan mereka ingin agar saya mengkonsumsinya. Mereka merawat saya seperti saya anggota keluarga mereka sendiri. Saya yakin bahwa Anda juga telah mengalami kasih dari saudara seiman mirip seperti yang telah saya alami. Kasih semacam ini memberi kesegaran dan kekuatan.
Sebagai contoh, jika saya di Hong Kong, seorang bibi selalu memasak sup buat saya. Saya pastilah orang yang paling banyak disuguhi sup di dunia ini. Ketika pertama kali saya mengalami sakit di punggung, ada bibi yang lain yang memasak sup ikan setiap hari buat saya! Selama tiga minggu, setiap hari saya menikmati sup ikan yang lezat ini. Anda bisa bayangkan betapa sangat terawatnya saya ketika itu. Dan belakangan saya menyadari bahwa khasiatnya bukanlah isapan jempol belaka. Tampaknya, ada semacam kandungan di dalam sup itu yang benar-benar membantu memulihkan kondisi punggung saya. Mungkin itu sebabnya mengapa saya bisa pulih kembali saat itu.
Dan sekarang ini, jika kami kembali ke sini, dan hal yang sama akan terjadi. Setiap akhir pekan saya akan mendapatkan sup. Percuma kita berkata kepada bibi itu, "Tidak usah memasak sup atau sayuran lagi buat saya." Bibi itu akan terus mengungkapkan kasihnya dengan melimpahi kami dengan makanan setiap minggu. Demikianlah kasih Kristus disalurkan kepada kita melalui saudara-saudara seiman kita.
(2) Secara langsung oleh Tuhan sendiri
Tetapi kadang kala, Tuhan merawat kita di dalam kebutuhan kita dengan cara yang langsung. Sebagai contoh, sebelum saya meninggalkan Hong Kong, saya ingin memberikan satu lagi sesi pelatihan kepada tim pelatihan. Saya sudah mengatur agar pelatihan tetap berjalan tanpa kehadiran saya, setidaknya sampai bulan Januari atau Februari, namun saya ingin memimpin satu sesi terakhir untuk bersekutu bersama dengan tim. Akan tetapi saya sudah sangat kelelahan. Allah tahu bahwa saya akan memaksa diri untuk tetap mengajar sekalipun kondisi saya tidak memungkinkan. Demikianlah, Tuhan tahu tentang diri kita, melebihi apa yang kita sendiri ketahui, dan Dia menghentikan saya. Seperti yang kita baca di Kisah Para Rasul, rasul Paulus ingin pergi ke satu jurusan dan Tuhan menghentikannya. Ketika dia ingin pergi ke jurusan yang lain, Tuhan kembali menghentikannya. Saya tidak tahu bagaimana Tuhan menghentikan Paulus dalam dua kejadian itu. Kitab itu tidak menjelaskannya.
Di hari Rabu itu, saya tidur awal untuk menyiapkan diri mengajar di sesi yang saya rencanakan di hari berikutnya. Dan di saat saya tidur, listrik padam. Padamnya listrik mungkin tidak menjadi masalah besar di tempat yang dingin seperti di sini, akan tetapi di Hong Kong yang temperaturnya sekitar 30 derajat Celsius, atau sekitar 90 derajat Fahrenheit, adalah cerita yang jauh berbeda. Saya terbangun dalam keadaan basah kuyup. Keringat membanjiri tubuh saya dan saya berpikir, "Ada yang sedang terjadi?" Lalu saya menyadari bahwa listriknya padam. Saya tidak lagi dapat tidur. Segera saja tempat tidur saya basah oleh keringat. Saya sudah sangat kelelahan karena kurang tidur dan saya membatin, "Bagaimana saya bisa mengajar nanti?" Sebelumnya, listrik di daerah saya tidak pernah padam. Baru belakangan saya mengetahui bahwa padamnya listrik itu terjadi karena perusahaan yang sedang membangun lapangan terbang baru itu secara tidak sengaja telah memotong kabel listrik. Akibatnya saya begitu kelelahan. Tidak mungkin saya bisa mengajar pada keesokan harinya.
Segera saja saya telepon Pastor Joe agar dia bisa mengisi sesi pengajaran tersebut dan dia tidak keberatan. Jika Tuhan tidak menghentikan saya pada hari itu, saya rasa saya bisa jatuh pingsan di tempat itu karena pada keesokan harinya, kondisi saya malah semakin memburuk. Jika Anda belum pernah mengalami kelelahan seperti ini, memang sulit untuk menjelaskannya. Saya bekerja setiap hari selama empat minggu tanpa ada hari istirahat. Setiap hari, berhubungan dengan orang-orang dari pagi sampai malam - lewat telepon dan sebagainya. Tanpa henti. Sekalipun Anda bertubuh kuat, tetap saja mustahil untuk menjalani jadwal kerja yang sedemikian padat. Jadi, di hari berikutnya, saya menjadi semakin lemah. Dan saya merasa sangat tidak sehat.
Pada saat itu, Helen sedang berada di New Zealand menunggui ibunya, jadi saya sendirian. Karena kelelahan saya juga tidak mempunyai nafsu makan. Dan itu membuat saya menjadi semakin lemah. Helen dan saya telah sepakat untuk bertelepon pada pukul 8 malam itu, dan di dalam kelemahan saya, saya berseru kepada Tuhan, "Tuhan, saya harus kembali ke Kanada tetapi saya tak punya kekuatan bahkan untuk naik ke pesawat. Saya tidak tahu bagaimana akan menjalani beberapa hari ke depan, apalagi untuk pulang ke Kanada." Tuaian sangat banyak, tetapi pekerjanya sangat sedikit, dan sangat kelelahan.
Pada saat itu, saya membuka Mazmur 27 dan mulai membaca. Sebenarnya, saya asal buka saja dan Alkitab pas terbuka di Mazmur 27. Di sana disebutkan, "TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku" (Benteng hidupku/my stronghold bisa bermakna kekuatanku/my strength). Itulah kata-kata yang menghunjam hati saya: TUHAN adalah benteng hidupku. Saya berlutut dan berdoa, berseru kepada Tuhan karena masih banyaknya pekerjaan dan saya tidak sanggup melanjutkan.
Sekitar pukul delapan kurang seperempat, saya beranjak ke ruang depan untuk menunggu telepon dari Helen. Dan saya berlutut lagi di hadapan Tuhan dengan menghadap ke arah jendela dan berdoa membaca mazmur yang berikutnya. Mazmur pasal 28 berkata, "Dengarkanlah suara permohonanku, apabila aku berteriak kepada-Mu minta tolong, dan mengangkat tanganku ke arah tempat-Mu yang maha kudus." Saya berkata kepada Tuhan, "Jika Engkau tidak menjawabku, aku akan sama dengan mereka yang jatuh ke dalam lubang, aku bisa mati." Dan juga sempat terlintas dalam benak saya bahwa akan sangat membantu jika Helen bisa kembali karena saya tidak punya kekuatan lagi untuk merawat diri saya. Akan tetapi saya tidak memberitahukan keadaan saya kepada satupun rekan kerja karena takut bahwa mereka akan menjadi sangat khawatir. Demikianlah saya berlutut dalam doa pada pukul delapan kurang seperempat. Saya berdoa memohon agar Tuhan menjawab saya seseuai dengan isi Mazmur pasal 28.
Dan tiba-tiba saja, angin bertiup dengan kencang. Hembusan angin itu sangat kuat dan terjadi secara mendadak. Seperti dilanda topan yang sangat mendadak, bukan hembusan angin yang lembut. Angin itu bertiup masuk dan saya bisa mendengar suara hembusannya lewat bawah pintu, lewat jendela dan dari setiap penjuru. Anda harus berada di sana untuk mengetahui langsung keajaibannya. Lalu kata-kata di dalam Kisah Para Rasul terngiang kembali di benak saya, "ketika Roh Kudus turun, terdengarlah suara tiupan angin yang sangat kencang." Seolah-oleh Tuhan sedang berkata, "Kau memanggil-Ku untuk menjawab. Aku akan menjawabmu sekarang juga." Dan itu suatu jawaban yang sangat hebat!
Ini bukanlah kali pertama saya mendengar suara tiupan angin yang kencang. Bertahun-tahun yang lalu, ketika kami sedang memulai acara penumpangan tangan untuk pada rekan kerja, hal itu juga terjadi. Pada peristiwa itu, saya jelas mendengar suara tiupan angin dan saya mencoba melihat ke arah luar melalui jendela untuk melihat apakah ada badai di luar. Kejadiannya di Toronto. Gereja itu memakai jendela kaca yang berhias sehingga saya tidak bisa melihat ke luar. Saya bertanya pada jemaat di sana apakah mereka mendengar suara angin itu. Ada yang mendengar tetapi ada juga yang tidak mendengarnya. Suara tiupan angin pada acara tersebut sangatlah berarti bagi saya karena Tuhan menegaskan bahwa Dia menyetujui penumpangan tangan itu, bukan hanya kepada mereka yang menerima urapan itu melainkan juga bagi pengurapan-pengurapan di masa mendatang. Jika Tuhan tidak menyetujui apa yang kita kerjakan, maka semua itu akan sia-sia saja. Akan tetapi pada kejadian di acara tersebut saya tidak begitu yakin tentang apa yang sedang berlangsung, apakah angin kencang memang bertiup di luar atau beberapa orang dari kami sedang mendengar suara 'angin rohani'. Saya adalah orang yang sangat realistis. Saya ingin memeriksa semua bukti.
Demikianlah, Tuhan menjawab doa saya selama sekitar dua atau tiga menit saat saya berlutut. Hembusan angin itu datang dengan kekuatan yang luar biasa. Pintu kamar mandi agak terbuka dan jendela juga sedikit terbuka. Sedemikian hebatnya kekuatan angin tersebut sehingga pintu kamar mandi terbanting keras dengan suara yang membuat saya terlompat kaget. Saya menyadari bahwa ini benar-benar angin yang sangat kencang. Ini bukan sekadar khayalan. Akan tetapi ketika saya menatap ke arah luar jendela, saya tidak melihat adanya tanda-tanda pergerakan di sana. Saya heran mengapa keadaan di luar sangat tenang. Langit cerah. Tak ada awan badai. Tidak ada hujan. Lalu mengapa ada angin kencang? Jika dinalar secara ilmiah saya tidak mengerti mengapa ada tiupan angin kencang. Saat itu saya bangkit untuk memeriksa apakah angin itu nyata. Saya membuka jendela dan angin itu meniup langsung ke wajah saya. "Wah! Ini betul-betul angin yang kencang!" Saya benar-benar diyakinkan bahwa ini benar-benar perbuatan Tuhan. Saya kembali dan berlutut di hadapan Tuhan untuk berterima kasih kepada-Nya. Sepuluh menit kemudian, suasananya tenang sekali. Tak ada tiupan, tak ada pergerakan, sangat-sangat hening. Seolah-olah Tuhan berkata, "Engkau memanggil-Ku untuk menjawabmu. Inilah jawaban-Ku. Inilah kuasa-Ku di dalam kelemahanmu." Kita mengalami kasih yang langsung dari Tuhan kepada kita. Seperti yang sering dikatakan oleh pemazmur, "Aku berseru kepada Tuhan, Dia mendengar seruanku dan menjawabku." Saya lanjutkan menyembah di hadapan Tuhan, memuji Dia dan berpikir, "Tuhan, aku begitu lemah tetapi Engkau begitu kuat."
Lalu telepon berdering, Helen menelepon dari New Zealand, dari kediaman ibunya. Rencana awalnya Helen setidaknya akan menemani ibunya selama 3 minggu lagi. Lalu ketika saya mengangkat telepon, hal pertama yang dia katakan kepada saya adalah, "Aku punya kejutan buatmu!" Saya pikir, kejutan? Kejutan apa? Saya sendiri baru saja menerima kejutan. Malahan, saya begitu terpesona pada pengungkapan kuasa Tuhan yang baru terjadi sehingga saya tak dapat berkata-kata. Setelah mengucapkan setakat, "Halo," saya tidak bisa berkata-kata lagi. Lalu dia melanjutkan, "Aku akan kembali dalam dua hari." "Mengapa?" Saya kaget karena saya tidak pernah memberitahunya tentang kondisi saya.
Ternyata, dia telah berusaha untuk menghubungi saya sejak malam sebelumnya, tetapi telepon saya selalu sibuk dari siang sampai malam sehingga dia tidak bisa menghubungi saya. Akhirnya dia tidak melanjutkan usahanya dan beralih menghubungi seorang rekan kerja. Dan rekan kerja ini menyebutkan bahwa saya kelelahan sehingga tidak bisa memimpin sesi pengajaran seperti yang telah dijadwalkan. Tampaknya hanya itu informasi yang dia dapatkan. Dan itu adalah satu sinyal yang kuat baginya, dan Tuhan tampaknya menggunakan keterangan itu untuk berbicara kepadanya bahwa saya pasti dalam keadaan yang agak serius. Karena dia tahu watak saya, sekalipun saya kelelahan, dan sekalipun saya agak sakit, saya tetap akan memaksa diri untuk mengajar. Karena tahu watak saya, maka dia segera tahu bahwa ada yang tidak beres jika saya sampai tidak bisa mengisi sesi pengajaran tersebut. Lalu ibunya dengan penuh belas kasih berkata, "Sebaiknya kamu berangkat segera. Tampaknya dia tidak sehat." Ajaibnya, dia berhasil memesan tempat di pesawat dan bisa kembali dalam dua hari.
Saat saya menaruh telepon, saya benar-benar terharu pada kasih Allah kepada saya sehingga saya menangis. Begitu cepatnya Tuhan menjawab doa saya. Pertama, Dia menguatkan saya dengan berkata, "Jangan khawatir. Engkau lemah, akan tetapi lihatlah kuat kuasaKu." Apa yang Tuhan kerjakan melampaui apa yang saya harapkan. Dia mengatur Helen akan kembali dalam dua hari karena Ia tahu kondisi saya sudah agak parah. Sungguh ajaib! Kasih Kristus diungkapkan tidak saja lewat kematian-Nya di kayu salib tetapi juga lewat kepedulian-Nya pada persoalan sehari-hari kita, khususnya jika Anda bertempur di garis depan peperangan-Nya. Mereka yang tinggal di kenyamanan rumahnya akan jarang mendapat kesempatan untuk mengalami apa yang bisa Tuhan lakukan. Apakah Allah itu nyata bagi Anda?
Ini bukanlah akhir dari kisahnya. Dalam kesempatan lain, saya bermaksud untuk membatalkan penerbangan saya ke Kanada karena kondisi fisik saya tidak memungkinkan saya menempuh perjalanan yang jauh itu, akan tetapi saya diberitahu bahwa hal itu tidak mungkin dilakukan. Jika saya membatalkan penerbangannya, maka tidak akan ada lagi tempat tersedia selama satu bulan ke depan. Saya harus menunggu paling cepat dua bulan lagi. Walaupun saya tahu saya juga harus pulang sebelum itu tetapi kondisi saya memang sudah begitu terpuruk sehingga saya tidak mempunyai pilihan melainkan terpaksa membatalkan penerbangan yang pertama. Saya diberitahu bahwa tidaklah mungkin saya akan dapat mendapatkan satu tiket pun, apa lagi dua tiket untuk saya dan Helen. Namun setelah kondisi saya sedikit membaik, ternyata Tuhan membuka jalan dan kami berhasil mendapatkan dua tempat duduk di waktu yang kami inginkan. Tuhan menyediakan apa yang kami butuhkan. Kami terus mengalami kasih kebaikan-Nya.
Demikianlah sedikit dari pengalaman saya bekerja di ladang Tuhan. Kasih dan penyertaan Tuhan akan selalu bersama kita. Apakah Anda siapa untuk berangkat untuk memanen tuaian? Apakah Anda mengalami kasih Kristus? Apakah Allah itu nyata bagi Anda?

Streaming




Listen via Iphone & Blackberry

Widget By: Elson Sinurat


Kasih Menembus Batas


Yohanes 17:21
“Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku”
Yesus mengatakan “supaya semua menjadi satu” tidak dalam pengertian Ia sedang mengupayakan sebuah keseragaman (uniform) tetapi sebuah kesatuan (unity), yang memang berangkat dari perbedaan-perbedaan. Fokus utama pembicaraan Yesus saat itu terarah kepada murid-murid-Nya yang datang dari berbagai orientasi, berbagai kemampuan, berbagai fokus hidup, berbagai jenis emosi yang berbeda-beda. Persatuan di antara mereka di zaman itu dan persatuan di antara gereja-gereja kita di zaman sekarang memang tidak akan pernah meniadakan perbedaan-perbedaan, namun yang perlu mendapat catatan bagi kita adalah bahwa perbedaan-perbedaan bukan alasan bagi mereka yang dulu pernah hidup dan kita yang hidup sekarang ini untuk tidak bersatu di zaman masing-masing. Perbedaan bukanlah kutuk bagi gereja tetapi sebenarnya adalah sebuah anugerah, tetapi sayangnya banyak gereja tidak tahu bagaimana menangani “anugerah Allah yang kaya ini” ini.
Batas-batas yang muncul sebagai akibat dari perbedaan-perbedaan itu adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari, namun jangan pula dilihat secara negatif sehingga dipergunakan secara keliru pula. Tidak sedikit dari gereja yang memandang batas-batas itu dengan negatif, akibatnya tidak sedikit gereja pula yang memandang perbedaan sebagai alat:
1. Untuk menarik diri (karena merasa tidak cocok);
2. Atau untuk mendominasi (karena merasa paling benar)

Di Belfast, Irlandia, seperti dituturkan Anthony de Mello, Imam Katolik, Pendeta Protestan, dan rabbi Yahudi terlibat dalam debat teologi yang sengit. Tiba-tiba malaikat Tuhan tampak di antara mereka dan berkata: “Tuhan menyampaikan berkat. Ajukanlah satu permohonan damai dan permohonan itu akan dikabulkan oleh Yang Mahakuasa.” Pendeta Protestan berkata: “Biarlah semua orang Katolik lenyap dari pulau Indah ini. Lalu damai akan berkuasa.” Imam berkata: “Jangan ada satu orang Protestan tinggal di bumi suci Irlandia ini. Ini akan mendatangkan damai kepada pulau ini.” “Dan bagaimana engkau rabbi?” kata malaikat, “Apa engkau tidak punya permohonan sendiri?” “Tidak,” kata rabbi. “Perhatikanlah permohonan dua tuan ini saja dan aku akan senang sekali!”

Berkaca pada kisah di atas, maka bila gereja berada dalam posisi-posisi semacam ini maka gereja sedang kehilangan Doa Yesus dalam diri mereka. Yang mempersatukan gereja-gereja adalah Kristus yang diwujudkan melalui kasih-Nya. Kasih itu menembus batas: tidak hanya dalam pengertian denominasi atau aliran gereja, tetapi juga dalam pengertian yang lebih luas yaitu batas suku, batas agama, strata pendidikan dan ekonomi. Jenis Kasih kita bukan kasih lokal dan terkotak-kotak. Dan hal yang perlu diingat pula bahwa ide kesatuan dan persatuan bukanlah ide sosial humanistik dari gereja tetapi itulah DOA YESUS BUAT GEREJANYA dan itulah misi horisontal yang perlu dibangun di antara gereja masa kini (di Indonesia ada 323 sinode gereja - Depag 2008). Penggenapan doa Tuhan Yesus itu bergantung pada kerinduan gereja-Nya untuk bersatu. Bersatu yang dimaksud di sini adalah: kita bergandengan tangan tanpa terhambat oleh batas-batas denominasi kita untuk mewujudkan panggilan gereja bagi dunia ini:

DIAKONIA (pelayanan kasih)
MARTURIA (kesaksian)
KOINONIA (persekutuan)

Persatuan yang ada tak hanya menggenapi doa Yesus tetapi juga membuat gereja semakin efektif dalam perjuangannya di dunia ini dan tidak tumpang tindih. Dunia membutuhkan gereja tidak dalam kapasitas berlindung di balik batas-batas tetapi dengan kasih yang dimiliki gereja, maka masing-masing mengatasi batas-batas tersebut guna memulihkan dunia.

Peristiwa Penebusan Kristus adalah peristiwa penyelamatan dunia oleh Dia bukan penyelamatan terhadap gereja tertentu. Sisi lain dari pengutusan Yesus adalah untuk menujukkan kesatuan di dalam gereja: “supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku”. Kasih Kristus begitu lebar, tinggi, dan luas sehingga tidak bisa dibatasi atau dikandangi dalam denominasi tertentu. Kasih-Nya meluap-luap dan mendesak pribadi-pribadi agar tidak tinggal dan tidur dalam “kandang denominasinya” tetapi keluar dan bergandengan tangan untuk mengatasi pergumulan-pergumulan dunia. Sudah saatnya kita saling memberkati "tubuh Kristus" yang adalah kita sendiri di antara kepelbagaian (unity in diversity).

Bila kasih Kristus sudah menembus batas, maka adakah kita mau diajak untuk berpikir dan bertindak mengatasi atau melewati batas-batas itu?

Senin, 16 April 2012


    MENCARI KERAJAAN ALLAH
 Kerajaan Allah bukan soal makanan dan  minuman, tetapi soal
a. Kebenaran
b. Kedamaian, dan
c. Sukacita oleh Roh Kudus

Kita tidak munafik bahwa kita sebagai manusia tentu sangat memerlukan yang namanya makanan dan minuman bahkan kebutuhan lain, dan Tuhan sangat mengetahui dan bukan hanya mengetahui akan tetapi sudah menyediakan bagi kita.

saya memahami begitu sulitnya keadaan akhir-akhir ini ...coba kita lihat jurang pemisah antara simiskin dan sikaya semakin lebar, akibatnya banyak perbuatan-perbuatan yang tidak berkenan di mata Tuhan. Si miskin bersusah payah mencari nafkah dan bahkan rela berbuat apa saja demi sesuap nasi...sementara si kaya semakin rakus untuk memperkaya diri sendiri.
Melihat hal diatas saya merasa terpanggil untuk mencari solusi dan yang saya tawarkan adalah solusi rohani. memang setiap memecahkan permasalahan selalu ada dua cara untuk mencari solusinya yaitu:
1. Mencari solusi dengan cara duniawi ( cara ini sering kalai mengalami kegagalan dan akhirnya tidak mendatangkan kedamaian)
2. Mencari solusi dengan cara Rohani( cara ini pasti mendatangkan kedamaian dan jalan terbaik)

Untuk keluar dari masa-masa sulit kita harus punya pegangan....perhatikan kalau ada jalan atau jembatan yang tinggi atau di mall-mall yang keberadaannya tinggi maka selalu ada dibuat sesuatu untuk pegangan. Demikian juga kita sebagai ciptaaan Tuhan yang paling tinggi dan bahkan kalau kita menganggap kita manusia berharga tentunya kita harus ada pengangan, pegangan yang saya maksud adalah Firman Tuhan....
Jikalau saat ini kita berada dalam berbagai permasalahan mungkin kita lupa akan Firman Tuhan...
"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkannya kepadamu" mat 6:33.

mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya akan memberikan kita kedamaian dan sukacita...apabila damai dan sukacita sudah kita miliki maka yang lainnya akan di tambahkan.......

pertanyaannya....Apakah anda sudah memilikinya???

KETIKA AGAMA SUDAH MERASA TERNISTAKAN

Dalam kehidupan di dunia ini tidak terlepas dari berbagai masalah, dimana masalah itu beragam dan mungkin setiap manusia berbeda-beda masala...